Kenapa Jarang Posting?

Ya karena qudroh (kemampuan) tidak sesuai dengan irodah (kehendak). Begitulah manusia beserta kelemahannya. Keduanya adalah makhluk Allah. Namun bukan berarti manusia seperti robot, yang tidak dapat menentukan apa yang hendak dilakukannya, dan juga bukan berarti, manusia itu bebas berkehendak dengan alasan memang itulah yang ditakdirkan.

Balik lagi…kenapa jarang posting.
Soalnya…
1. Njalanin kewajiban sebagai istri dulu dung. Mo bela-belain bisa ngisi blog dsb, tapi ga bisa masuk surga karena hak suami terlalaikan? Ga mau dung aku. Jadi…aku berusaha menjalankan kewajiban utama aku dan salah satu bentuk ibadah aku yg paling utama yang bisa aku kerjakan agar bisa dimasukkan ke surga. Aaamiiin. (haditsnya tunggu tulisan di muslimah.or.id aja ya. Insya Allah

2. Njalanin tanggung jawab sebagai ro’isah (pimpinan) di rumah. Yaitu buat anakku dan rumah itu sendiri yang menjadi amanah apalagi ketika suami tidak di rumah. Aku harus berusaha membimbing dan menjaga sang buah hati. Ujung-ujungnya…ya buat bekal akhirat juga dung. ^_^

Intermezo di bagian ini:
Manusia itu emang kalo ga sadar akan tujuan hidup ini, semangat mengerjakan apa-apa itu beda lho. Dan akan sangat berarti bila telah tahu tujuan hidup (yaitu beribadah kepada Allah), semuanya jadi terasa ga sia-sia insya Allah. (makanya postingan ini tuh di luar kontek ya. Soalnya itu juga termasuk takdir yang telah ditetapkan buat kaum wanita hehehe).

Contoh simple adalah, ketika aku (yang suka bersih-bersih), mulai rajin nyapu pekarangan, biasanya semangatnya sekedar nanti halaman jadi bersih. Tapi ketika tahu bahwa itu adalah termasuk bentuk ibadah yang dicintai dan disarankan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (karena untuk membedakan kita (kaum muslimin) dengan Yahudi), Wah…semangatnya buedaaa banget. Rasanya jadi tambah bahagia ketika menyapu dan melihat pekarangan bersih. Ya Allah, semoga Engkau memberiku pahala atas pekerjaan menyapuku itu. Sungguh Islam itu indah. *mo nangis*

3. Sibuk sama proyek ndesain. Alhamdulillah bulan ini harus nyelesain dua desain dari mockup sampai XHTML. Terus juga masih ada tanggungan ngasih 2 desain kaos buat kaosmogen.com (lho blom launch ya webnya. Hehehe). Kemarin sibuk bikin buat web sendiri sama bikin buat penalette yang different dari desain-desain seblumnya. Alasan di sini juga jadi alasan kenapa web sendiri juga ga bener-bener baik isi dan tampilannya. heheheh

4. Harus selalu ada waktu untuk nulis di muslimah.or.id. Mudah-mudahan jadi bekal yang tak terputus sampai hari akhir nanti. Aamiin. Yang ini lebih berat daripada yg lain, karena mesti muthola’ah juga. Ya Allah mudahkanlah dan berkahilah waktuku dan waktu para penulis muslimah.or.id yang lainnya. Aaamin.

5. Asyik di dapur! Ini bawaan dan naluri sebagai wanita ya. :P Kemarin alhamdulillah, bang hen akhirnya ndownloadin blognya pak budi. Jadi, kayanya maraji’ buat ngedapur adalah keluarganugraha dan keseharian plus pak budi ini. Yang lain masih kurang cocok eee.

Sisanya adalah istirahat dan bercengkerama bersama suami dan buah hati.
Sebenarnya ada target-target lain yang aku dan bang hen rencanakan. Nulis buku sama kemarin dapet satu ide yg aku semangaaaaaaat banget buat ngerjainnya (rahasia dulu ya, namanya juga ide). Tapi ya itu. Pelan-pelan deh. Pingin juga nulis tutorial, tapi insya Allah setelah selesai tanggung jawab amanah yang lainnya. :)

Advertisements

Kue 8 Jam & Kue Hijau

Masih tentang makanan ya, saudara-saudara..^^

Kue 8 Jam
Kue 8 Jam

Yang ini kue khas jambi yan g mesti ada di rumah-rumah sewaktu hari raya ‘iDul Fitri. Jadi, kalau kita bertamu ke rumah-rumah, yang aku alami kemarin pasti disuguhin kue 8 jam ini. Kalaupun diantar rantang makanan sama saudara atau tetangga, salah satu isinya ya kue ini juga, biasanya dikasih sekitar irisan 1 cm.

Cara penyajian ke tamu pun bukan dipotong-potong langsung terus disajikan perpotong. Tapi dibawa sekaligus satu piring kue yang masih utuh dan biasanya diiris tipis-tipis cuma sekedar 1-2 iris, terus dipotong lagi jadi potongan kecil-kecil.

Kenapa begitu??

Kue Hijau, Khas Jambi
Kue Hijau, Khas Jambi

Soalnya kedua kue ini rasanya maniiiiiisss bangettssss…

Kue hijau itu rasanya seperti lapis legit, cuma lebih manis lagi dan lebih basah. Kalau kue 8 jam, menurut aku seperti rasa bolu, cuma bolu yang masih basah banget dan ketahuan kalau telornya banyaakk banget. Masih santer rasa dan baunya.

Untuk kue 8 jam, disebut kue 8 jam soalnya masaknya bener-bener 8 jam. Cara masaknya agak beda tapi. Jadi di bawah di kasih api, nanti di atasnya (aku belum tau bentuk realnya seperti apa, ini dari cerita bang Hen aja) di kasih alas terus dikasih bakaran juga. Jadi, intinya kaya oven gitu ya… Dibakar dari atas dan bawah. Eh…tapi kalau masaknya pakai oven, kata bang hen lain lho jadinya. Jadi, memang mesti cara masaknya seperti itu.

Yah…namanya juga kue tradisional KHAS jambi.

Makan Kijang dan Rusa

Sewaktu masih di yogyakarta, bang hen sering bertanya ke Mak, “Makan lauk apa Mak?”

Nanti kalau di jawab, “Ruso (artinya makan rusa)”, bang hen njawab, “…(lupa bahasa jambi…pokoknya artinya mantaapp…). Kepengen lah intinya…Mak biasanya bilang, “Besok la…pas di jambi.”

Kijang goreng - kalau digoreng ga terlalu bau
Kijang goreng - kalau digoreng ga terlalu bau

Biasanya aku masih terheran-heran. HaH? Makan rusa? Kijang? Bukannya termasuk binatang dilindungi ya?

Welp…ternyata kalau di Jambi, rusa dan kijang ini dianggap termasuk hama. Soalnya dia suka makanin apaa gitu (ga denger jelas jenis tanaman yang Bapak sebut).

Pas kemarin, mak bikin gulai rusa. Ternyata ada orang yang datang bawain sup kijang dan gulai ples rusa goreng.

Gulai kijang. Wah..daging kijang ternyata bau
Gulai kijang. Wah..daging kijang ternyata bau

What’s the different??

sup kijang - santer bumbu rempahnya
sup kijang - santer bumbu rempahnya

Sewaktu aku cicipi, makanan pemberian tetangga Emak, ternyata kijang itu dagingnya bau seperti kambing. Aku yang tadinya ngambil lumayan besar daging yang ada  dimangkuk, hanya memakan setengah. (Makan kambing saja kalau masih bau aku juga ga’ mau).

Jadinya, waktu makan besar (nasi dan lauk pauk), aku lebih memilih makan masakan Emak (gulai rusa). Wah, Kalau yang ini wuEEeeNakk..banget. Dagingnya lembut, empuk, berserat. Beda sama kerbau (yang ini belum diceritain ya :P). Pinginnya makan terus. Sampai nasinya habis, aku masih ngambil lagi gulai daging rusa buatan Mak. Nyam nyam!