Lagi Bingung…

February 23, 2009

Lagi agak semerawut benang kegiatan di kepala. Udah beberapa kali dituangkan di kertas, tapi kok tetap semerawut dan tambah semerawut ya sekarang. Hehehe…coba dituangin di sini.

1. Mikirin komunitas muslimah online itu. Sebenarnya dari awal agak kurang setuju sama suami, tapi dipikir-pikir insya Allah banyak juga manfaatnya. Nah, bentuknya itu masih bingung. Apalagi pengurusnya kebanyakan ummahat yang gak mungkin kaya pekerja yang memang punya waktu khusus untuk mengurus itu. Terus kepikiran juga, kan di muslimah itu sebenarnya sudah merupakan komunitas itu sendiri. Cuma sepertinya kalau dibentuk komunitas online, insya Allah buat yang lebih umum pembahasannya. Nah, inipun dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bisa buat Al-Qois yang lagi di rintis sama Athir dkk, jadi kalau ada yang butuh bantuan bisa langsung difloorkan di situ. Wah, macam-macam ni di otak Hik-hik.

Kalau facebook, sebenarnya ini bagusnya buat yang awam dan pengguna facebook yang dah ada. Jadi, bukan secara khusus dibentuk komunitas muslimah.or.id di situ

Kalau milist, insya Allah lebih enak kepengurusannya. Kalau ada yang ‘aneh-aneh’ tinggal dikeluarin. Dan bisa subscribe gak sah masuk email juga kan. Jadi seperlunya pengguna. Gak tahu nanti musykilahnya apa ya.

Kalau forum, nah, ini butuh penanganan khusus juga. Yang kayanya berat kalau diserahkan ke pengurus muslimah sekarang. Waktunya itu lho. :(

2. Mikirin bikin desain web sama desain CD interaktif buat disperindag. Mungkin bingungnya soalnya tadi malam coba coding CSS & XHTML-nya emang beneran susah. *Ya kan sesuai dengan harganya ya?*. Tapi kepala jadi agak berat soalnya tambah lagi yang mesti dipikirin.

3. Belum sempat bikin sketsa ukir-ukirannya. Masih cari inspirasi. Insiprasi ini yang sulit ya.

4. Belum mulai nulis artikel buat bulan depan. Ya ALlah berkahilah waktuku. Mudah-mudahan Allah memudahkan.

5. Setrikaannya ko nambah terus ya. Hehehe…kerajinan nyuci, tapi gak kerajinan nyetrika nih. Soalnya kalau nyetrika menghabiskan waktu banyak bgt itu lho. Padahal udah gak dialus-alusin kalau baju rumah.

6. Sedih soalnya CPU-nya gak bisa nyala. Padahal tadi baru mau copy kajian ust. Armen yang tentang Ummu Ismail. Hik-hik, ya Allah sungguh manusia ini lemah. Semoga bisa dimudahkan meminjam dari Uus (eh, tapi Uus kan CPUnya juga rusak ya) atau menuliskannya dari literatur yang ada di rumah.

Nah…apakah cuma itu? Sebenarnya pritil-pritil urusan lainnya masih banyak juga sih.

Kaya nulis judul-judul majalah Al-Furqon dan As-Sunnah yang baru-baru. Cuma karena error di table words, jadi butuh waktu lebih banyak lagi dan dari kemarin gak selesai-selesai.

Baca buku dan majalah juga.

Belajar bahasa Arabnya gimana ya biar enak.

etc etc…heheheh…

yaa hayyu qoyyum birohmatika astaghiitsu aslihli sya’ni kullahu walaa takilni ila nafsi thorfata ‘aiin

Beberapa hari yang lalu sempat mendengarkan kajian Ust. Armen rahimahullah. Alhamdulillah jadi muraja’ah berbagai hal tentang kehidupan. Salah satunya tentang rezeki dan ibadah. Di situ, ustadz mengatakan tentang bagaimana seseorang (bahkan yang telah mempelajari ilmu agama dan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam), yang tadinya cahaya sunnah terpancar pada wajahnya, seiring dengan waktu, ia menghilang dari peredaran. Sibuk dengan urusan dunia. Tidak hadir di majelis-majelis ilmu. Dan kalimat-kalimat yang rasanya harus aku notulenkan supaya tersampaikan sebagaimana yang ustadz maksudkan.

Padahal urusan rezeki itu telah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita cuma bisa berusaha dan tawakal. Tapi bukan kemudian ‘mengejar’ hal tersebut. Ada hal lain yang butuh diusahakan dan dikejar dengan sungguh-sungguh, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menjamin setiap amal ibadah yang kita lakukan itu pasti diterima oleh Allah. Aku jadi muhasabah deh sama diriku dan keadaan sekarang. Alhamdulillah jadi masukan berarti. Itulah pentingnya muraja’ah ya!

Alhamdulillah walaupun proyek yang kemarin rencananya ada 2, dan ternyata yang benar-benar aku kerjakan bulan ini satu buah (itupun belum dibayar :P). Yang satunya sampai saat ini gak fix karena orangnya sibuk. Yang dari surabaya terakhir ngelobi mau nyicil 4 kali terus kalau yang buat sekolah katanya mau dirapatin terus tapi sampai sekarang juga gak kasih kabar. Terus waktu kemarin bang Hen sempat cerita mau ada proyek dari Desperindag beberapa kerjaan yang nilainya lumayan besar. Aku cuma bilang, “Ah gak mau terlalu senang dulu.” Pengalaman dari kemarin, semuanya serba gak pasti. Jadi, pas dengar kabar kalau gak semuanya nanti dikerjakan Penalette, aku gak terlalu kaget atau kecewa. Kata Abu Aisya, karena peraturan dari pemerintah, untuk satu pekerjaan itu hanya boleh dikerjakan oleh satu perusahaan. Tapi belum ketahuan nanti dari Penalette bakal kebagian yang mana. Dan belum tahu juga apa aku akan diperlukan di situ. Kalau tidak berkaitan dengan desain, berarti ya engga. Hehehe…

Semoga rezeki dan usaha yang ada selama ini diberkahi oleh Allah. Semoga usaha bang Hen dan teman-teman bisa berkembang dan bisa mewujudkan cita-cita kami suatu saat. Pelan-pelan aja…