Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan menjalankan toilet training siang hari, pada bulan Maret ini, Ziyad Syaikhan bisa mulai ‘lepas panpers’ pada malam hari.

Awalnya aku dan suami berniat menjalankan (mencoba) ide frugal yang aku telah posting kemarin (soalnya kami sendiri belum pernah mencobanya). Jadilah kami di awal bulan membeli panpers Mamy Poko dua buah. Perkiraanku, ketika satunya dicuci, paling tidak ada persediaan satu lagi untuk dipakai. Kemudian aku membeli panpers uukuran XL isi 20, jaga-jaga untuk dipakai ketika berpergian.

Malam pertama, aku masih kenakan ke Ziyad panpers Momy Poko tersebut. Ide suami sih ini sebenarnya. Paginya aku buang isi panpers yang sudah kena pipis tersebut, kemudian aku cuci seperti mencuci baju lainnya. Kemudian sambil itu, aku masih menunda sekaligus berpikir bagaimana menerapkan secara enak metode itu. Karena berarti harus ada kain yang diisikan ke panpers. Dan alternatifnya yang paling enak sepertinya mengisi dengan popok. Aku pikir tidak bagus untuk kulit Ziyad kalau langsung kugunakan popok yang sudah aku simpan hampir 1 setengah tahun yang lalu. Mesti ada binatang-binatang kecil yang bersarang di situ. Jadi, aku pikir paling tidak ,aku harus menyetrikanya.

Alhasil, setelah berputar-putar berpikir dan mempertimbangkan semuanya, aku memutuskan, “Sekarang saatnya”, untuk mulai mengajarkan toilet training di malam hari (alias tidak jadi menerapkan metode isi panpers dengan kain tersebut). Pertimbangannya,

1. Tidak nyaman untuk Ziyad.

2. Sama saja pilihannya, yaitu aku harus bangun di malam hari. Baik untuk mengganti kain yang mungkin sudah dikencingi, atau bangun untuk mengantarkan Ziyad ke kamar mandi.

Hasilnya?

Alhamdulillah…Senaaannggg bangetS!! Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Karena pada malam hari (waktu tidur), Ziyad memang jarang pipis. Aku hanya perlu bangun sekali untuk membawanya ke kamar mandi. Membawanya??

Yup, sekedar mengendong, kemudian aku taruh dipangkuanku, kemudian kakinya aku pijakkan ke lantai supaya dia merasakan dinginnya. Hebatnya, Ziyad tetap tidur walaupun aku begitukan. Kemudian aku siram-siram sedikit kaki dan penisnya dengan air. Pipislah dia…Hehehe. Setelah acara siram-siram ke bagian-bagian yang kena pipis dan terciprat, aku bawa lagi ke kamar dan masing-masing melanjutkan tidurnya. Hehehe…

Panpers Momy Poko yang satunya sampai sekarang masih belum terpakai lho. Siang hari, misalnya kami ajak Ziyad Syaikhan keluar, ternyata ia tetap tidak pipis (walaupun perginya selama 2 jam). Sampai di rumah, biasanya langsung aku cek, dan ketika bersih dari pipis, langsung aku suruh pipis di kamar mandi. Jadilah panpersnya aku simpan lagi. Sudah berapa kali seperti itu. Alhamdulillah, panpers yang kubeli kemarin yang bentuknya celana. Jadi, tidak ada masalah dengan perekat (yang mungkin akan aus kalau berkali-kali dibuka tutup).

Begitulah Ibu-Ibu. Hehehe…Setelah hiruk pikuk di dua minggu pertama toilet training, di bulan kedua ini, alhamdulillah hasilnya sudah dapat dikecap sedikit demi sedikit. Bukan berarti sudah bisa leha-leha (santai) lho. Karena aku tetap menjadwalkan satu jam sekali mengantarkan Ziyad Syaikhan pipis di siang hari. Kemudahannya sekarang adalah Ziyad bisa disuruh untuk pipis walaupun yang keluar sedikit ketika sudah di kamar mandi. Kalau dulu awal-awal, bisa-bisa 10 menit di kamar mandi, kalau Ziyad lagi tidak ingin pipis ya tidak akan keluar pipis itu.

Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran untuk meneruskan toilet training ini. Insya Allah kalau Ziyad sudah lancar bicara, ia akan lebih mudah menyampaikan kalau “Uridu an abul ya Umi…” Hehehe…

Advertisements

Kemarin ketinggalan mau cerita ini. Alhamdulillah Ziyad Syaikhan juga dah bisa ngenalin beberapa anggota badan. Untuk kepala, biasanya dia suka nunjuk bagian-bagian tertentu terus ngomong “Aa?”, maksudnya aku disuruh sebutin tu apa. Dimulai dari bagian mata, “Ainun…mata, anfun….hidung, famun mulut, udzunun kuping, khoddun pipi.” Kadang ditambah sya’run rambut atau kalau main sama bang Hen, dia nunjuk jenggot, terus si Abi bilang, “Lihyah.” Nah, kenapa untuk telinga kita sebut kuping. Soalnya kalau kita sebut telinga, Syaikhan langsung mengaum, “AaauummmM…” Heheheh, itu soalnya pas kemarin sempat beli buku tentang binatang-binatang (yang kini sudah habis dirobek tercerai berai), ada bagian gambar singa terus aku bilang, “Singaa…Aaaummmm.” Sampai sekarang jadinya kalau disebut singa, dia menyahut dengan mengaum. Nah, telinga kan terdengar akhirannya sama kaya singa. Ya udah deh, kita ganti kata kuping. Kemarin ada tambahan kata baru. Buah…tapi dia nyebutnya “Wuuwahhh.” (Sambil mulutnya manyun banget pas bagian “Wu” :P) Terus, kemarin dia lagi ngoceh-ngoceh, aku sengaja cari kata yang terdekat dengan yang dia ocehkan. Alhamdulillah bisa satu kata baru. “Pinjam”. Tapi dia nyebutnya cuma, “Jem.” Tapi kalau pakai bahasa Arab, insya Allah dia ngerti juga kalau aku bilang, “Ista’ir.” Nanti dikasih deh barang yang ada di tangannya. Oya, tadi aku mainan sarung kan ya sama Ziyad, dijadikan berbagai permainan. Terus akhirnya aku capek, aku kenakan ke Ziyad (sebelumnya dilipat-lipat sampai seukuran badannya dia). Eh, ternyata dia langsung kesenangan terus sujud bangun sujud bangun. Hihihi…ceritanya sholat tuh. Aku iringi gerakannya dengan kata-kata, “Allahu Akbar…Allahu Akbar.” Tambah senang dia. Habis itu aku nerusin mencukur kepalanya dia (He eh! Botak). Kemarin kan aku dah potong pendek. Tapi gak rapi potongannya. Terus aku tanya ke bang Hen, apa dibotakin aja. Bang Hen ngiyain. Ya udah deh. Mudah-mudahan badannya gak panas. Soalnya kan biasanya kalo botak jadi lebih dingin. Pas masih bayi banget dulu langsung pilek soalnya.

Kemarin ketinggalan mau cerita ini. Alhamdulillah Ziyad Syaikhan juga dah bisa ngenalin beberapa anggota badan. Untuk kepala, biasanya dia suka nunjuk bagian-bagian tertentu terus ngomong “Aa?”, maksudnya aku disuruh sebutin tu apa. Dimulai dari bagian mata, “Ainun…mata, anfun….hidung, famun mulut, udzunun kuping, khoddun pipi.” Kadang ditambah sya’run rambut atau kalau main sama bang Hen, dia nunjuk jenggot, terus si Abi bilang, “Lihyah.” Nah, kenapa untuk telinga kita sebut kuping. Soalnya kalau kita sebut telinga, Syaikhan langsung mengaum, “AaauummmM…” Heheheh, itu soalnya pas kemarin sempat beli buku tentang binatang-binatang (yang kini sudah habis dirobek tercerai berai), ada bagian gambar singa terus aku bilang, “Singaa…Aaaummmm.” Sampai sekarang jadinya kalau disebut singa, dia menyahut dengan mengaum. Nah, telinga kan terdengar akhirannya sama kaya singa. Ya udah deh, kita ganti kata kuping. Kemarin ada tambahan kata baru. Buah…tapi dia nyebutnya “Wuuwahhh.” (Sambil mulutnya manyun banget pas bagian “Wu” :P) Terus, kemarin dia lagi ngoceh-ngoceh, aku sengaja cari kata yang terdekat dengan yang dia ocehkan. Alhamdulillah bisa satu kata baru. “Pinjam”. Tapi dia nyebutnya cuma, “Jem.” Tapi kalau pakai bahasa Arab, insya Allah dia ngerti juga kalau aku bilang, “Ista’ir.” Nanti dikasih deh barang yang ada di tangannya. Oya, tadi aku mainan sarung kan ya sama Ziyad, dijadikan berbagai permainan. Terus akhirnya aku capek, aku kenakan ke Ziyad (sebelumnya dilipat-lipat sampai seukuran badannya dia). Eh, ternyata dia langsung kesenangan terus sujud bangun sujud bangun. Hihihi…ceritanya sholat tuh. Aku iringi gerakannya dengan kata-kata, “Allahu Akbar…Allahu Akbar.” Tambah senang dia. Habis itu aku nerusin mencukur kepalanya dia (He eh! Botak). Kemarin kan aku dah potong pendek. Tapi gak rapi potongannya. Terus aku tanya ke bang Hen, apa dibotakin aja. Bang Hen ngiyain. Ya udah deh. Mudah-mudahan badannya gak panas. Soalnya kan biasanya kalo botak jadi lebih dingin. Pas masih bayi banget dulu langsung pilek soalnya.

Allahumma Shoyyiban Naafi'aa

February 13, 2009

Dah 1 setengah tahun ya Ziyad Syaikhan alhamdulillah.

Bulan ini insya Allah 1 tahun 7 bulan. Alhamdulillah proses toilet trainningnya dah mulai santai. Hehehe, hampir gak pernah kebobolan lagi (ngompol). Malam tapi masih aku pakaikan panpers. Kemarin sempat mau coba gak dipakaikan, tapi aku tunda dulu. Siapin mental dan fisik (lagi). Masih gak tega juga soalnya sama Ziyad kalau mesti dibangunin untuk pipis ke kamar mandi. Tapi kemarin aku dah ngeliat, kalau mau ngelatih toilet training pas malam hari, insya Allah pas subuh ngajak ke kamar mandinya.

Senang sekali melihat perkembangan Ziyad. Kemarin, aku baru sadar, ternyata dia baca do’a turun hujan loohh. Tapi karena dia belum bisa ‘ngomong’, jadinya cuma “Pah tah pa tah pa tah…” Ketahuannya dari nadanya yang sama, kaya nada Umi sama Abi kalau lagi ngajarin itu, terus dia baca itu kalau pas dengar rintik-rintik hujan. Kalau ditanya, “Doa turun hujan gimana doa turun hujan.” Nanti dia praktekkan lho. Alhamdulillah… Jadi tambah semangat mengajarkan ilmu-ilmu lainnya. Hehehe…

Kalau shalat juga dah semangat banget ngikutin Abi sama Umi. Karena lagi musim hujan, Abi kan sering shalat bareng Umi. Nanti kadang pas Abi dah shalat di masjid, terus aku bilang “Uridu an usholli…” Nanti Ziyad narik-narik bang Hen. Maksudnya nyuruh ikut shalat ke kamar. Hehehe…Nanti dia ikutan sujud, ruku. Tapi belum bisa sedekap. Sujudnya masih belepotan. Dah gitu tambah didukung poster shalat yang akhirnya aku pasang di pintu kamar kedua. Jadi, kalau dia lagi semangat pingin nunjukin kalau dia bisa gerakan shalat, biasanya dia dekati poster itu. Kalau yang poster wudhu aku taruh di pintu kamar tidur. Tapi dia masih kurang paham kalau wudhu. Paling dilihat lama-lama.

Abah…

Nah ini…kok bisanya manggil abah duluan ya?? Hehehe…soalnya vokalnya ‘A’ semua. Kalau disuruh ‘abi’ juga belum bisa. Diajarkan “Ummiii…” Nanti dia nirunya, “Ammahhh”.

Kasihan kadang-kadang melihat Ziyad. Sebenarnya keinginan untuk bicaranya sudah kuat banget. Cuma lidahnya masih belum bisa ya sayang. Mudah-mudahan Allah memberi kelancaran Ziyad Syaikhan buat bicara ya.

Ziyad sekarang juga bisa pura-pura tidur. Lucu deh lihat matanya pura-pura merem, tapi merejep-merejep gitu, ketahuan kalau pura-pura. Nanti dia senyum-senyum deh.

Ohya, alhamdulillah kemarin bisa beliin sepeda roda empat. Tapi maininnya kayanya di rumah aja deh. Soalnya dia belum bisa mengendalikan. Jadinya capek banget kalau ngajak keluar (tadi barusan nyoba soalnya).

Allahumma Shoyyiban Naafi’aa

February 13, 2009

Dah 1 setengah tahun ya Ziyad Syaikhan alhamdulillah.

Bulan ini insya Allah 1 tahun 7 bulan. Alhamdulillah proses toilet trainningnya dah mulai santai. Hehehe, hampir gak pernah kebobolan lagi (ngompol). Malam tapi masih aku pakaikan panpers. Kemarin sempat mau coba gak dipakaikan, tapi aku tunda dulu. Siapin mental dan fisik (lagi). Masih gak tega juga soalnya sama Ziyad kalau mesti dibangunin untuk pipis ke kamar mandi. Tapi kemarin aku dah ngeliat, kalau mau ngelatih toilet training pas malam hari, insya Allah pas subuh ngajak ke kamar mandinya.

Senang sekali melihat perkembangan Ziyad. Kemarin, aku baru sadar, ternyata dia baca do’a turun hujan loohh. Tapi karena dia belum bisa ‘ngomong’, jadinya cuma “Pah tah pa tah pa tah…” Ketahuannya dari nadanya yang sama, kaya nada Umi sama Abi kalau lagi ngajarin itu, terus dia baca itu kalau pas dengar rintik-rintik hujan. Kalau ditanya, “Doa turun hujan gimana doa turun hujan.” Nanti dia praktekkan lho. Alhamdulillah… Jadi tambah semangat mengajarkan ilmu-ilmu lainnya. Hehehe…

Kalau shalat juga dah semangat banget ngikutin Abi sama Umi. Karena lagi musim hujan, Abi kan sering shalat bareng Umi. Nanti kadang pas Abi dah shalat di masjid, terus aku bilang “Uridu an usholli…” Nanti Ziyad narik-narik bang Hen. Maksudnya nyuruh ikut shalat ke kamar. Hehehe…Nanti dia ikutan sujud, ruku. Tapi belum bisa sedekap. Sujudnya masih belepotan. Dah gitu tambah didukung poster shalat yang akhirnya aku pasang di pintu kamar kedua. Jadi, kalau dia lagi semangat pingin nunjukin kalau dia bisa gerakan shalat, biasanya dia dekati poster itu. Kalau yang poster wudhu aku taruh di pintu kamar tidur. Tapi dia masih kurang paham kalau wudhu. Paling dilihat lama-lama.

Abah…

Nah ini…kok bisanya manggil abah duluan ya?? Hehehe…soalnya vokalnya ‘A’ semua. Kalau disuruh ‘abi’ juga belum bisa. Diajarkan “Ummiii…” Nanti dia nirunya, “Ammahhh”.

Kasihan kadang-kadang melihat Ziyad. Sebenarnya keinginan untuk bicaranya sudah kuat banget. Cuma lidahnya masih belum bisa ya sayang. Mudah-mudahan Allah memberi kelancaran Ziyad Syaikhan buat bicara ya.

Ziyad sekarang juga bisa pura-pura tidur. Lucu deh lihat matanya pura-pura merem, tapi merejep-merejep gitu, ketahuan kalau pura-pura. Nanti dia senyum-senyum deh.

Ohya, alhamdulillah kemarin bisa beliin sepeda roda empat. Tapi maininnya kayanya di rumah aja deh. Soalnya dia belum bisa mengendalikan. Jadinya capek banget kalau ngajak keluar (tadi barusan nyoba soalnya).

Toilet Training vs Beser…

January 27, 2009

Benar tidak ya tulisannya beser? aw besser?

Ya intinya sering pipis aw yabul…hik hik

Hari ini seharusnya Ziyad masuk hari ke-9 untuk toilet training. Tapi kemarin sempat kepotong 2 hari karena ikut kajian di Pogung, jadi full day pakai panpers.

Hari Ahad, sempat toilet training, tapi cuma bertahan sampai jam 3 karena beser itu. Berhubung si Abi lagi di rumah dan si Umi lagi kecapekan karena kemarin sempat dehidrasi telat minum sampai sore (gak nyadar), jadinya pukul 15.00 dah dikenakan panpers.

Hari ini…nah ini. Gimana ya ceritanya. Soalnya perasaanku juga lagi gundah gulana sama segala macam pikiran, ditambah lagi masalah beser ini.

Kalau selama 5 hari toilet training lumayan bisa dibawa ke kamar mandi setiap 1 jam. Bahkan pernah sampai dua setengah jam baru yabul (dia pipis) dan kebobolannya paling 2-3 kali. Hari ini PARAH! (ni antara mau nangis sama ketawa deh)

Hari ini gak berhasil satu kalipun mengajak Ziyad Syaikhan pipis di kamar mandi. Parahnya lagi, pipisnya gak cuma satu jam sekali. Kadang 20 menit udah pipis lagi. Setengah jam. Pokoknya gak beraturan. Misalnya kira-kira aku mau cepetin ngajak dia ke kamar mandi, ternyata dia dah pipis duluan. Kalau di total-total, dari pukul 10.00 sampai tadi kami bertahan pukul 16.00 wib, dia dah pipis 11 kali!! WUAAAaaAA…Jadi agak sutris.

Yang terakhir yang bikin sutris (stress). Di luar kan hujan lebat, jadi bang hen gak sholat di masjid. Terus bang hen dah siap sholat, aku juga ngambil wudhu sambil mikir, insya Allah nanti setelah sholat mau ngajak Ziyad ke kamar mandi. Soalnya dah setengah jam dari pipis terakhir. Setelah wudhu, aku sempat lihat celananya. “Oh ga pipis ko.”

Baru sholat 2 roka’at, bang hen membatalkan sholatnya, soalnya Ziyad ngeribetin mau duduk di bang Hen. Bang Hen bilang, “Takut pipis.”

Ya sudah. Kita kan sholat di kamar kedua. Di sana ada tumpukan baju yang  belum aku setrika. (Rencananya sebenarnya hari ini, tapi tadi bang Hen request desain Mogen-nya diselesaikan). Dan sambil kita sholat, Ziyad main-mainin baju-baju yang ada sampai berserakan dan dia mondar-mandir.

Selesai sholat, aku langsung gendong Ziyad karena khawatir nanti baju-bajunya keburu kena pipis kalau dia sampai ngomol. Dzikir sorenya aku pikir nanti aja insya Allah. Tapi ya itu, pas aku gendong, “HAH! Udah ngompol yah?!”

Bang Hen juga langsung terkesima deh. “Yah…ngompol di mana?”

Terus aku cari-cari tempat yang ada genangannya di kamar kedua. Gak ada tuh. Terus ke dekat dia main terakhir. Wuuaaa….ada. Berarti sudah dari tadi dong pipisnya, cuma gak kelihatan rembesan di celananya.

“Terus berarti tadi pas duduk di abang dah pipis dongg?”

“Yaa, mau gimana”, aku bilang. “Kan tahunya setelah selesai sholat.”

Ni puncak stressnya deh. Setelah itu aku  langsung mandikan Ziyad. Ternyata alhamdulillah dia juga ngantuk. Jadi, habis mandi langsung aku nenenin dan bobok. Sambil nenenin, aku mikirin tumpukan kerjaan yang tiba-tiba tambah menggunung. HIKS. Aku cuma bengong dulu aja. Bang Hen ngingetin berkali-kali untuk sabar. Akhirnya Bang Hen pamit pergi ke Pogung.

Alhamdulillah sanggup juga nyuci lagi plus jemurin. (gerimis dikit gpp deh)

Kayaknya mesti memperbaiki lagi metode toilet trainingnya. Harus lebih rajin lagi dan harus lebih sabar lagi. *Fiuhh*

Jah dan Jajah…

January 22, 2009

Sebenarnya maksudnya Jam dan Gajah. Dua kata yang baru bisa dilafalkan oleh Ziyad Syaikhan. Hehehe…

Sebenarnya sudah dari bulan kemarin. Tapi apa daya, dah tau alasannya kan kenapa jarang posting. ^_^

Sekarang ini masuk hari ke-4, mengajarkan Ziyad menyadari kalau dia itu pipis. Hari pertama dan kedua masih gak nyadar. Dan masih sering suka kebabaslan (ngompol). Hari ketiga…ya masih rada-rada. Tadi malam tapi aku dah gak enak badan, jadinya jam 21.30 wib, setelah ngajak dia pipis di kamar mandi tapi gak pipis-pipis, aku pakaikan panpers lagi. Jam 22.10 wib, tiba-tiba Ziyad yang masih main-main melihat ke bawah.

“Kenapa sayang…? Pipis ya?”

Waktu aku pegang panpersnya terasa hangat. Hihihi…berarti dia sudah mulai sadar waktu pipis. Hari ini dah dua kali berhasil nyuruh dia ngeluarin pipisnya di kamar mandi. Frekuensinya kalau siang hari, 1 jam sekali.

Alhamdulillah kalau tidur sore, walaupun 3 jam tidur, dia ga ngompol.

Masih harus berjuang. Mudah-mudahan bisa cepat lepas dari panpers ya nak…Aamiiin
J