Musibah…

March 29, 2013

Bagi aku ini musibah…

Kayanya baru 3 bulan menghirup kerja yang gak terlalu melompat-lompat dan dikejar sana-sini.

Padahal sejak sehari sebelumnya dan pagi harinya aku masih sibuk membujuk dan melobi abang.

“Bang..aku mau belajar. Mau cuti. Gpp gak digaji.(maksudnya cuti tanpa gaji)”.

Berulang-ulang aku ngomong gitu…”Kerjaannya lagi agak lowong kan bang (maksudnya buat aku). Lagi gak banyak yang urgent kan?”

Tapi malamnya…aku harus menangis karena mendengar kabar musibah. Sedihnya setelah mendengar kabar itu, abang keluar rumah cukup lama.

Ceritanya…

Di kerjaan yang sekarang, posisi aku sebagai desainer. Desainer apakah?

Web designer, grafis designer, illustrator. Itu beneran multitasking. Karena ketika dibutuhin untuk bikin aplikasi, apalagi yang butuh ilustrasi…jor-joranlah ngejar deadline supaya programmer juga bisa ngerjain codingnya. Pas harus ngedit-ngedit web, html, css, desainnya etc, maka, hayuk….dikerjakan juga. Kok bisa?…Ya begitulah. Desainernya qodarullah baru ada satu.

Pada dasarnya, Yufid pingin banget nyari desainer yang udah “ngaji”, paham agama, mau digaji dengan standar yang tidak setinggi di pasaran, komitmen dan cinta dengan dua hal. Dunia desain itu sendiri dan dakwah. Sangat diutamakan yang bisa ilustrasi/gambar (bukan cuma main foto aja maksudnya).

Pernah bergabung juga  salah seorang tim yang belum terlalu paham tentang din, jadinya gak sehati. Lama-lama jadinya juga main hitung-hitungan. Ini bukan tugas saya. Ini gak ada di job des. Hmm…

Padahal dalam dunia dakwah, atau pun startup sekalipun kayanya susah deh emang kalo punya tim yang gak sevisi. Inget kisah Google itu, pas awal-awal orang-orangnya kerja gak kenal waktu. Emang trus mikirin dapat duit gitu? Engga…mereka masih komitmen dengan visi mereka. Jadi kalo tim yang masuk trus cuma karena gaji semata…ma’assalamah deh kayanya.

Dan kenyataannya susah nyari yang sesuai kriteraia di atas.

Trus…3 bulanan yang lalu alhamdulillah masuk satu tim illustrator  yang in sya Allah sudah mulai paham agama – sebagaimana aku pernah cerita sedikit di postingan yang udah aku ilangin dari peredaran hehe – . Eh kebetulan trus punya saudara kembar yang juga baru ngaji dan bisa web desain walau basicnya memang ke pemograman. Rasanya sedikit bisa nafas lega dan gak terlalu underpresure banget.

Eh eh eh…ternyata…Malam kemarin itu, si abang bawa berita. Katanya siang habis rapat umum sama seluruh tim. Trus diminta yang punya rencana ke depan disampaikan saja. Si kembar ini ternyata ngundurin diri. Si illustrator baru nikah. Trus gak tau deh…pokoknya intinya aku taunya keluar aja. Kalo yang kembarannya mo nuntut ilmu agama. Kheir…Gpp kata abang.

Aku diceritain itu langsung sedikit demi sedikit merasakan beban yang tiba-tiba langsung tumplek. Terus mulai sedih.

“Wah bang…programmernya kan sekarang udah banyak.” – Tambah stress -.

“Tadi pagi padahal aku baru ngomong mo minta cuti….:(.”

Langsung kebayang-bayang kalau mesti dikejar sana-sini. “Coba itu bang, dibuka lagi yang kemarin ngelamar. Kayanya ada satu yang bagus kan?” Dst dst…

Tapi obrolan gak berlangsung lama. Abang pergi. Aku gak beranjak dari tempat tidur pas abang pergi.

Gak lama setelah ditinggal, akhirnya nangis. Thoriq yang lagi tidur-tiduran di dadaku sempat ngangkat kepalanya. Heran.
“Hee?” – Susah deh nulis nada bertanyanya dia.

Aku jawab aja, “Gpp..ummi sedih.” Sambil beursaha ngapus-ngapus air mata.

Terus gak lama Ziyad masuk kamar. Ngajak ngomong apa lupa. Abis itu mulai gak konsen…

Terus gimana? Gimana? Gimana….? Ah…ya Allah..ini musibah ya Allah.

Allahumma’ jurnii…fii mushiibatii…wa akhliflii khoiromminhaa….

 

 

 

 

Advertisements

Positif Pindahan

April 11, 2009

Blognya ini, pada dasarnya backup an dari blog yang aku posting di sini.

Tapi karena beberapa pertimbangan, terutama karena content-nya yang kadang-kadang berbau bisnis (padahal di wordpress gak boleh looh…coba baca term of service-nya), maka aku putuskan untuk cuma ngisi yang di cizkah.penalette.com yaaa… Untuk menjaga amanah juga soalnya.

Jadi, monggo ditutup yang ini, dan buka yang di sana.  Hehehe…

Lagi Bingung…

February 23, 2009

Lagi agak semerawut benang kegiatan di kepala. Udah beberapa kali dituangkan di kertas, tapi kok tetap semerawut dan tambah semerawut ya sekarang. Hehehe…coba dituangin di sini.

1. Mikirin komunitas muslimah online itu. Sebenarnya dari awal agak kurang setuju sama suami, tapi dipikir-pikir insya Allah banyak juga manfaatnya. Nah, bentuknya itu masih bingung. Apalagi pengurusnya kebanyakan ummahat yang gak mungkin kaya pekerja yang memang punya waktu khusus untuk mengurus itu. Terus kepikiran juga, kan di muslimah itu sebenarnya sudah merupakan komunitas itu sendiri. Cuma sepertinya kalau dibentuk komunitas online, insya Allah buat yang lebih umum pembahasannya. Nah, inipun dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bisa buat Al-Qois yang lagi di rintis sama Athir dkk, jadi kalau ada yang butuh bantuan bisa langsung difloorkan di situ. Wah, macam-macam ni di otak Hik-hik.

Kalau facebook, sebenarnya ini bagusnya buat yang awam dan pengguna facebook yang dah ada. Jadi, bukan secara khusus dibentuk komunitas muslimah.or.id di situ

Kalau milist, insya Allah lebih enak kepengurusannya. Kalau ada yang ‘aneh-aneh’ tinggal dikeluarin. Dan bisa subscribe gak sah masuk email juga kan. Jadi seperlunya pengguna. Gak tahu nanti musykilahnya apa ya.

Kalau forum, nah, ini butuh penanganan khusus juga. Yang kayanya berat kalau diserahkan ke pengurus muslimah sekarang. Waktunya itu lho. :(

2. Mikirin bikin desain web sama desain CD interaktif buat disperindag. Mungkin bingungnya soalnya tadi malam coba coding CSS & XHTML-nya emang beneran susah. *Ya kan sesuai dengan harganya ya?*. Tapi kepala jadi agak berat soalnya tambah lagi yang mesti dipikirin.

3. Belum sempat bikin sketsa ukir-ukirannya. Masih cari inspirasi. Insiprasi ini yang sulit ya.

4. Belum mulai nulis artikel buat bulan depan. Ya ALlah berkahilah waktuku. Mudah-mudahan Allah memudahkan.

5. Setrikaannya ko nambah terus ya. Hehehe…kerajinan nyuci, tapi gak kerajinan nyetrika nih. Soalnya kalau nyetrika menghabiskan waktu banyak bgt itu lho. Padahal udah gak dialus-alusin kalau baju rumah.

6. Sedih soalnya CPU-nya gak bisa nyala. Padahal tadi baru mau copy kajian ust. Armen yang tentang Ummu Ismail. Hik-hik, ya Allah sungguh manusia ini lemah. Semoga bisa dimudahkan meminjam dari Uus (eh, tapi Uus kan CPUnya juga rusak ya) atau menuliskannya dari literatur yang ada di rumah.

Nah…apakah cuma itu? Sebenarnya pritil-pritil urusan lainnya masih banyak juga sih.

Kaya nulis judul-judul majalah Al-Furqon dan As-Sunnah yang baru-baru. Cuma karena error di table words, jadi butuh waktu lebih banyak lagi dan dari kemarin gak selesai-selesai.

Baca buku dan majalah juga.

Belajar bahasa Arabnya gimana ya biar enak.

etc etc…heheheh…

yaa hayyu qoyyum birohmatika astaghiitsu aslihli sya’ni kullahu walaa takilni ila nafsi thorfata ‘aiin

Aku yakin, kita esok akan pergi ke Madinah Munawaroh Insya Allah wahai kekasihku…

Ceritanya di balik kalimat ini…

Kemarin salah satu personil Penalette minta ketemuan di kantor. Kebetulan waktu itu abang masih di rumah. Aku berdua sama bang Hen punya firasat yang sama.

“Kayanya kok mau keluar ya bang?”

“Abang juga kepikiran gitu.”

Dan berlanjut dengan perkiraan-perkiraan lainnya yang jadi muhasabah dengan kondisi penalette sekarang.

Akhirnya, sewaktu bang Hen pulang pukul 18.30 wib, aku tanya lagi, “Sesuai perkiraan ya Bang?”

“Iya.”

Kemudian bang Hen cerita kalau si iIkhwan ini ditawari untuk kerja sebagai pembuat web, sekaligus menjadi admin untuk website Syaikh Abdur Razaq di Madinah. Sebenarnya si ikhwan ini “belum bisa apa-apa” di dunia perweban (belum paham xhtml, css, dsb yang berkaitan sama web). Aku (yang punya keinginan ingin pergi ke sana) dengan sedikit lesu dan sedih mendengarnya, “Kok gak kita aja bang, yang kesana?”

Terus bang Hen menceritakan berbagai alasan yang emang logis dan syar’i Insya Allah. Itupun pertimbangan dari berbagai sisi.

Terus bang Hen cerita, kalau ikhwan ini punya waktu cuma sebulan untuk mengurus semuanya sekaligus belajar. Tapi insya Allah keputusannya dah kuat dan bulat. Dari personil Penalette yang lain sudah memberikan banyak masukan, seperti, “Tidak semua mesti jadi ustadz.” “Web itu susah lho.” dan lain sebagainya yang bukan bermaksud membuat down si ikhwan. Akhirnya… insya Allah semuanya mudah-mudahan lancar dan berakhir kebaikan. Ujung-ujungnya buat dakwah. Abu Aisya bilang, “Insya Allah dua tahun lagi kita ketemu di sana akh.” (Aku pingin nangis dengar abang cerita dan ketika menuliskan ini pun juga. Mudah-mudahan ya Allah). Bang Hen mengamini ucapan Abu Aisya ini.

Bang Hen juga jadi lebih optimis, insya Allah berarti ada kesempatan untuk kami dan Penalette untuk ke sana. Tapi sebenarnya usaha seperti Penalette dibutuhkan pula di sini. Karena dari ikhwah belum ada yang khusus bergerak di situ. Padahal posisinya penting dalam dunia yang serba techie ini. Mudah-mudahan dengan kedekatan si ikhwan dengan Syaikh Abdur Razaq juga bisa ada efek positifnya untuk membantu dakwah teman-teman di sini.

Sebenarnya, sebelum ada kejadian ini, sejak beberapa hari yang lalu aku sama bang Hen lagi semangat-semangatnya belajar dan melatih muhadatsah lagi. Diawali dengan dapat tutorial bahasa arab yang bagus banget di youtube (aku gak tahu ni urlnya), terus sama banyak hal-hal lainnya yang berkaitan dengan bahasa arab (mogen, tutorial untuk anak-anak). Semoga Allah memudahkan jalan kami. Aamiin.

Aku yakin, kita esok akan pergi ke Madinah Munawaroh Insya Allah wahai kekasihku…

Ceritanya di balik kalimat ini…

Kemarin salah satu personil Penalette minta ketemuan di kantor. Kebetulan waktu itu abang masih di rumah. Aku berdua sama bang Hen punya firasat yang sama.

“Kayanya kok mau keluar ya bang?”

“Abang juga kepikiran gitu.”

Dan berlanjut dengan perkiraan-perkiraan lainnya yang jadi muhasabah dengan kondisi penalette sekarang.

Akhirnya, sewaktu bang Hen pulang pukul 18.30 wib, aku tanya lagi, “Sesuai perkiraan ya Bang?”

“Iya.”

Kemudian bang Hen cerita kalau si iIkhwan ini ditawari untuk kerja sebagai pembuat web, sekaligus menjadi admin untuk website Syaikh Abdur Razaq di Madinah. Sebenarnya si ikhwan ini “belum bisa apa-apa” di dunia perweban (belum paham xhtml, css, dsb yang berkaitan sama web). Aku (yang punya keinginan ingin pergi ke sana) dengan sedikit lesu dan sedih mendengarnya, “Kok gak kita aja bang, yang kesana?”

Terus bang Hen menceritakan berbagai alasan yang emang logis dan syar’i Insya Allah. Itupun pertimbangan dari berbagai sisi.

Terus bang Hen cerita, kalau ikhwan ini punya waktu cuma sebulan untuk mengurus semuanya sekaligus belajar. Tapi insya Allah keputusannya dah kuat dan bulat. Dari personil Penalette yang lain sudah memberikan banyak masukan, seperti, “Tidak semua mesti jadi ustadz.” “Web itu susah lho.” dan lain sebagainya yang bukan bermaksud membuat down si ikhwan. Akhirnya… insya Allah semuanya mudah-mudahan lancar dan berakhir kebaikan. Ujung-ujungnya buat dakwah. Abu Aisya bilang, “Insya Allah dua tahun lagi kita ketemu di sana akh.” (Aku pingin nangis dengar abang cerita dan ketika menuliskan ini pun juga. Mudah-mudahan ya Allah). Bang Hen mengamini ucapan Abu Aisya ini.

Bang Hen juga jadi lebih optimis, insya Allah berarti ada kesempatan untuk kami dan Penalette untuk ke sana. Tapi sebenarnya usaha seperti Penalette dibutuhkan pula di sini. Karena dari ikhwah belum ada yang khusus bergerak di situ. Padahal posisinya penting dalam dunia yang serba techie ini. Mudah-mudahan dengan kedekatan si ikhwan dengan Syaikh Abdur Razaq juga bisa ada efek positifnya untuk membantu dakwah teman-teman di sini.

Sebenarnya, sebelum ada kejadian ini, sejak beberapa hari yang lalu aku sama bang Hen lagi semangat-semangatnya belajar dan melatih muhadatsah lagi. Diawali dengan dapat tutorial bahasa arab yang bagus banget di youtube (aku gak tahu ni urlnya), terus sama banyak hal-hal lainnya yang berkaitan dengan bahasa arab (mogen, tutorial untuk anak-anak). Semoga Allah memudahkan jalan kami. Aamiin.

Semoga Allah Mengampuniku…

January 16, 2009

Kemarin aku sempat khilaf mengikuti “Riak” di RuangFreelance. Jazakallahu khoiroo buat bang Hen yang dah ngingetin aku. Baru sadar, lho ya, kan nanti cerita yang dimuat bakal dikomikkan.

“Kayaknya yang menang tuh yang model ceritanya kayak cerita aku yang tentang pembayaran project deh bang.”
“Emang nanti digambar?”
“Iya”
“Ya gak boleh dong…”
“Lho…oh iya ya…nah lo…Kok aku gak nyadar ya…” “Wah, alhamdulillah gak menang ya.”

Hik hik. Malamnya hampir aja gak bisa tidur mikirin ini. Wah, berdosa dong aku kalau sampai tulisanku menang, terus dijadikan komik. Berarti aku kan setuju sama perbuatan itu. Paginya, aku cepat-cepat menyempatkan diri menulis email untuk ruangfreelance. Ini dia isinya. Karena aku dah nunjukin perbuatanku itu di sini, maka aku tunjukkan juga kerujukanku atas kesalahnku. Semoga Allah mengampuniku…Aaamiiin.

Ini dia isi email buat ruang freelance.

Salam

Sebelumnya, walaupun tulisan saya tidak menjadi pemenang dalam kontes tersebut, namun dikatakan bahwa ada kemungkinan bagi tulisan peserta Riak tersebut akan dipublikasikan. Maka saya hendak meminta agar tulisan saya (walaupun belum tentu) untuk tidak dikomikkan. Karena saya baru menyadari bahwa menggambar mahluk bernyawa dalam Islam tidak diperbolehkan karena yang menggambar akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat kelak dan diminta menghidupkan apa yang telah dia gambar (dan itu tidak mungkin).

Walaupun bukan saya yang menggambar (alhamdulillah), saya takut jika tulisan saya yang dikomikkan akan dianggap sebagai ketersetujuan saya dengan hal menggambar tersebut dan akan pula dimintai pertanggungjawabannya.

Demikian surat ini saya buat sebagai tanda keberlepasdirian saya jika pun akhirnya tulisan saya dikomikkan (dan mudah-mudahan tidak akan dikomikkan).
Maaf dan terima kasih.

Kenapa Jarang Posting?

January 2, 2009

Ya karena qudroh (kemampuan) tidak sesuai dengan irodah (kehendak). Begitulah manusia beserta kelemahannya. Keduanya adalah makhluk Allah. Namun bukan berarti manusia seperti robot, yang tidak dapat menentukan apa yang hendak dilakukannya, dan juga bukan berarti, manusia itu bebas berkehendak dengan alasan memang itulah yang ditakdirkan.

Balik lagi…kenapa jarang posting.
Soalnya…
1. Njalanin kewajiban sebagai istri dulu dung. Mo bela-belain bisa ngisi blog dsb, tapi ga bisa masuk surga karena hak suami terlalaikan? Ga mau dung aku. Jadi…aku berusaha menjalankan kewajiban utama aku dan salah satu bentuk ibadah aku yg paling utama yang bisa aku kerjakan agar bisa dimasukkan ke surga. Aaamiiin. (haditsnya tunggu tulisan di muslimah.or.id aja ya. Insya Allah

2. Njalanin tanggung jawab sebagai ro’isah (pimpinan) di rumah. Yaitu buat anakku dan rumah itu sendiri yang menjadi amanah apalagi ketika suami tidak di rumah. Aku harus berusaha membimbing dan menjaga sang buah hati. Ujung-ujungnya…ya buat bekal akhirat juga dung. ^_^

Intermezo di bagian ini:
Manusia itu emang kalo ga sadar akan tujuan hidup ini, semangat mengerjakan apa-apa itu beda lho. Dan akan sangat berarti bila telah tahu tujuan hidup (yaitu beribadah kepada Allah), semuanya jadi terasa ga sia-sia insya Allah. (makanya postingan ini tuh di luar kontek ya. Soalnya itu juga termasuk takdir yang telah ditetapkan buat kaum wanita hehehe).

Contoh simple adalah, ketika aku (yang suka bersih-bersih), mulai rajin nyapu pekarangan, biasanya semangatnya sekedar nanti halaman jadi bersih. Tapi ketika tahu bahwa itu adalah termasuk bentuk ibadah yang dicintai dan disarankan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (karena untuk membedakan kita (kaum muslimin) dengan Yahudi), Wah…semangatnya buedaaa banget. Rasanya jadi tambah bahagia ketika menyapu dan melihat pekarangan bersih. Ya Allah, semoga Engkau memberiku pahala atas pekerjaan menyapuku itu. Sungguh Islam itu indah. *mo nangis*

3. Sibuk sama proyek ndesain. Alhamdulillah bulan ini harus nyelesain dua desain dari mockup sampai XHTML. Terus juga masih ada tanggungan ngasih 2 desain kaos buat kaosmogen.com (lho blom launch ya webnya. Hehehe). Kemarin sibuk bikin buat web sendiri sama bikin buat penalette yang different dari desain-desain seblumnya. Alasan di sini juga jadi alasan kenapa web sendiri juga ga bener-bener baik isi dan tampilannya. heheheh

4. Harus selalu ada waktu untuk nulis di muslimah.or.id. Mudah-mudahan jadi bekal yang tak terputus sampai hari akhir nanti. Aamiin. Yang ini lebih berat daripada yg lain, karena mesti muthola’ah juga. Ya Allah mudahkanlah dan berkahilah waktuku dan waktu para penulis muslimah.or.id yang lainnya. Aaamin.

5. Asyik di dapur! Ini bawaan dan naluri sebagai wanita ya. :P Kemarin alhamdulillah, bang hen akhirnya ndownloadin blognya pak budi. Jadi, kayanya maraji’ buat ngedapur adalah keluarganugraha dan keseharian plus pak budi ini. Yang lain masih kurang cocok eee.

Sisanya adalah istirahat dan bercengkerama bersama suami dan buah hati.
Sebenarnya ada target-target lain yang aku dan bang hen rencanakan. Nulis buku sama kemarin dapet satu ide yg aku semangaaaaaaat banget buat ngerjainnya (rahasia dulu ya, namanya juga ide). Tapi ya itu. Pelan-pelan deh. Pingin juga nulis tutorial, tapi insya Allah setelah selesai tanggung jawab amanah yang lainnya. :)