Aku, dan terutama suami, suka memperhatikan bahasa. Kejadian dengan anak kami, Ziyad Syaikhan ternyata juga bisa jadi pelajaran bahasa buat kami. Biasanya kalau Syaikhan memukul aku atau bang Hen, aku langsung berkata,

“EEHhhHH!….kok Umi dipukul…jangan dipukul!!” Bolehnya disayangg!!”
Sadar tidak, kesalahan bahasa yang aku gunakan?
Kalau bang Hen sadar. Hehehe..
Tidak ada dalam kalimat bahasa Indonesia yang tepat, penggunaan kata pasif dalam kalimat perintah. Seharusnya yang benar, “Jangan pukul”.  Karena ini merupakan kalimat perintah kepada orang kedua.
Kalau perintahnya, “Syaikhan!! Jangan dipukul !”
Siapa yang jadi pelakunya? Seharusnya Syaikhan kan? Tapi kalimatnya jadi rancu karena ada kalimat pasif yang membutuhkan pelaku lain, yaitu Umi yang jangan dipukul. Padahal, dalam perintah tersebut, si Umi bukan jadi pelaku (subyek), tapi jadi objek (yang dipukul).
Wah…benar juga ya bang! Kita ketawa-tawa waktu ngebahas ini. Baru kepikiran deh. Sekarang kalau melarang Syaikhan, jadinya suka meralat kalimat deh.
“Syaikhan…jangan mukulll” –hehehe…well..walaupun gak baku, setidaknya secara struktur bahasa dah bener. Namanya juga bahasa percakapan sehari-hari.

Advertisements

English Practice

November 25, 2008

Sejujurnya, waktu ada komentar dari seorang guru bahasa Inggris, rada malu-malu juga. Teringat beberapa entri yang menggunakan bahasa Inggris. (Terutama tentang pekerjaan desain mendesain sih). Soalnya sadar diri deh, grammarnya rada kacau balau. Maklum, sudah berapa tahun juga gak dipakai. Apalagi sempat kelupa banget pas belajar bahasa Arab juga (sayang bahasa Arabnya masih tetap belum bisa bercas cis cus dengan lancar nih).

Tapi karena keingat sama tulisan pak Donny yang pernah bang Hen buka dan sempat aku baca sekilas, terus kemarin juga buka websitenya Orangemood – yang dia tetap mau kursus bahasa Inggris, padahal ya..gitu deh -, jadinya lanjut aja deh. Kalau gak latihan dan dipraktekkan langsung, gimana mau belajar dan gimana mau tahu kesulitan grammarnya dimana. Paling-paling kalau gak dilatih, cuma tau ‘sulit’ aja. Tapi gak tau dimana letak kesulitannya.
Sekarang mikirin gimana melatih bahasa Arabnya juga nih. Sasarannya anakku tercinta nih. Ceritanya saling belajar. Euumm…sepertinya kurang tepat. Bukan saling belajar, tapi mengajarkan dan membelajarkan diri. Mesti banyak-banyakin vocab bahasa Arabnya dulu. Semoga Allah memudahkann…