Toilet Training Versi 2 (Malam Hari)

March 16, 2009

Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan menjalankan toilet training siang hari, pada bulan Maret ini, Ziyad Syaikhan bisa mulai ‘lepas panpers’ pada malam hari.

Awalnya aku dan suami berniat menjalankan (mencoba) ide frugal yang aku telah posting kemarin (soalnya kami sendiri belum pernah mencobanya). Jadilah kami di awal bulan membeli panpers Mamy Poko dua buah. Perkiraanku, ketika satunya dicuci, paling tidak ada persediaan satu lagi untuk dipakai. Kemudian aku membeli panpers uukuran XL isi 20, jaga-jaga untuk dipakai ketika berpergian.

Malam pertama, aku masih kenakan ke Ziyad panpers Momy Poko tersebut. Ide suami sih ini sebenarnya. Paginya aku buang isi panpers yang sudah kena pipis tersebut, kemudian aku cuci seperti mencuci baju lainnya. Kemudian sambil itu, aku masih menunda sekaligus berpikir bagaimana menerapkan secara enak metode itu. Karena berarti harus ada kain yang diisikan ke panpers. Dan alternatifnya yang paling enak sepertinya mengisi dengan popok. Aku pikir tidak bagus untuk kulit Ziyad kalau langsung kugunakan popok yang sudah aku simpan hampir 1 setengah tahun yang lalu. Mesti ada binatang-binatang kecil yang bersarang di situ. Jadi, aku pikir paling tidak ,aku harus menyetrikanya.

Alhasil, setelah berputar-putar berpikir dan mempertimbangkan semuanya, aku memutuskan, “Sekarang saatnya”, untuk mulai mengajarkan toilet training di malam hari (alias tidak jadi menerapkan metode isi panpers dengan kain tersebut). Pertimbangannya,

1. Tidak nyaman untuk Ziyad.

2. Sama saja pilihannya, yaitu aku harus bangun di malam hari. Baik untuk mengganti kain yang mungkin sudah dikencingi, atau bangun untuk mengantarkan Ziyad ke kamar mandi.

Hasilnya?

Alhamdulillah…Senaaannggg bangetS!! Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Karena pada malam hari (waktu tidur), Ziyad memang jarang pipis. Aku hanya perlu bangun sekali untuk membawanya ke kamar mandi. Membawanya??

Yup, sekedar mengendong, kemudian aku taruh dipangkuanku, kemudian kakinya aku pijakkan ke lantai supaya dia merasakan dinginnya. Hebatnya, Ziyad tetap tidur walaupun aku begitukan. Kemudian aku siram-siram sedikit kaki dan penisnya dengan air. Pipislah dia…Hehehe. Setelah acara siram-siram ke bagian-bagian yang kena pipis dan terciprat, aku bawa lagi ke kamar dan masing-masing melanjutkan tidurnya. Hehehe…

Panpers Momy Poko yang satunya sampai sekarang masih belum terpakai lho. Siang hari, misalnya kami ajak Ziyad Syaikhan keluar, ternyata ia tetap tidak pipis (walaupun perginya selama 2 jam). Sampai di rumah, biasanya langsung aku cek, dan ketika bersih dari pipis, langsung aku suruh pipis di kamar mandi. Jadilah panpersnya aku simpan lagi. Sudah berapa kali seperti itu. Alhamdulillah, panpers yang kubeli kemarin yang bentuknya celana. Jadi, tidak ada masalah dengan perekat (yang mungkin akan aus kalau berkali-kali dibuka tutup).

Begitulah Ibu-Ibu. Hehehe…Setelah hiruk pikuk di dua minggu pertama toilet training, di bulan kedua ini, alhamdulillah hasilnya sudah dapat dikecap sedikit demi sedikit. Bukan berarti sudah bisa leha-leha (santai) lho. Karena aku tetap menjadwalkan satu jam sekali mengantarkan Ziyad Syaikhan pipis di siang hari. Kemudahannya sekarang adalah Ziyad bisa disuruh untuk pipis walaupun yang keluar sedikit ketika sudah di kamar mandi. Kalau dulu awal-awal, bisa-bisa 10 menit di kamar mandi, kalau Ziyad lagi tidak ingin pipis ya tidak akan keluar pipis itu.

Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran untuk meneruskan toilet training ini. Insya Allah kalau Ziyad sudah lancar bicara, ia akan lebih mudah menyampaikan kalau “Uridu an abul ya Umi…” Hehehe…

4 Responses to “Toilet Training Versi 2 (Malam Hari)”

  1. mbokefatih Says:

    Salam kenal….mmm fatih anak pertama saya juga baru umur 1,5 tahun bisa lepas diapers. Mungkin sudah terasa tidak nyaman dan untuk jalan jadi susah. Tapi fatih belum mau BAB dan BAK d KM, pasti nangis dan teriak2 kalau saya suruh masuk ke KM. Yah memang harus sabar melatih anak….

  2. siska Says:

    Hhehehe…awalnya juga ziyad kalau disuruh BAB di wc, gak mau. Tapi ana tungguin aja terus, ana temenin. Pas awal-awal ana ngerasa dia sudah harus BAB di wc, ana ikut jongkok di hadapan dia. Jadi, dia ngerasa ditemenin. Nah, kan dia dah sakit perut. Akhirnya pas dia ngejen, kan dia dah dikamar mandi.
    Saya ambil posisi berdiri, jadinya dia bisa meluk kaki saya buat bantu ngedorong.

    Akhirnya sekarang kalau sakit perut kerasa mau BAB dia langsung buka pintu wc-nya. Hehehe…

    Oya, ini saya pakai teknik tersebut soalnya wc saya bukan wc duduk. Saya berdiri dan saya buka bagian pantatnya dengan tangan (ziyad sendiri juga berdiri, soalnya belum mau jongkok), jadi dia kadang-kadang sampai kaya posisi duduku bertelekan telapak tangan saya.

    Saya gak pake yang tempat latihan pup itu. Nanti susah lagi ngelatih ke kamar mandinya soalnya.

  3. Abu Fathimah Says:

    Putri ana baru 1,3 tahun, alhamdulillah kondisinya hampir sama dengan yang dialami Ziyad, tetapi bedanya kami belum rutin mentargetkan untuk pup dan pee secara terus menerus, kami tetap menggunakan popok kain di siang hari, Insya ALLAH mau dilatih kalo ana libur.
    Jika malam alhamdulillah jarang pee (meski masih kadang²), peenya dilakukan kalau abis bangun, kudu diangkat dan dituntun ke kamar mandi :) Jadi belum dibiasakan minta, semoga denga begitu dia paham kalo mau pee ngajak ke kamar mandi.
    Dan Alhamdulillah kalo mau pup, meski kadang² masih pup di celana, tetapi dah bisa ngajak aba atau ummunya untuk ke km mandi, dan dah menjadi kebiasaan kalo bgn tdr terus pengen pup dia mesti turun dari tempat tidur, lsg “ngeden” dan abis gitu ngajak kita sambil bilang ayo.. ayo .. :D (maksudnya ayo ke kamar mandi, dah pup nih … :)
    kami bisa terbangun tengah malam bukan karena dia pee, tetapi karena dia minta minum kehausan atau butuh susu .. :) yah alhamdulillah jadi bisa bangun malam .. :)

  4. siska Says:

    Alhamdulillah…berarti putrinya sudah bisa bicara ya. Kalau ziyad sampai sekarang belum bisa bicara, tapi alhamdulillah hasil toilet trainingnya sudah dapat dirasakan sejak 3 bln terakhir. Jadi, latihan terus menerusnya selama 3 bln. Sekarang dah bebas diaper sama sekali.

    Ditambah lagi ziyad gak pup tiap hari. :)
    Berarti sudah lepas ASI ya akh?
    Kalau ziyad sampai sekarang masih ASI dan lagi masa lathian lepas ASI.

    Pertanyaan: umminya bekerja jugaakah? Sehingga harus menunggu waktu libur untuk melatih pee? Karena bagusnya kontinyu agar benar-benar terbiasa. Tapi kondisi perkembangan anak memang beda-beda. Mungkin kalau sudah bisa berkomunikasi spt adik Fathimah bisa lebih mudah untuk toilet trainning-nya. :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: