Masa Corat-Coret…

December 27, 2008

Akhirnya masa itu tiba…

Dulu, waktu belum menikah dan punya anak, rasanya aneh mendengar tamu orang tua yang mengatakan, “Duh…rumahnya penuh coretan.”

Yang ada di otak waktu itu, “Emangnya gak bisa dihalangin apa?”

Ternyata…

Kalau pinjam kata-kata yang biasa bang hen pakai, “Berarti dek, corat coret itu gak perlu diajarin. Coret-coret itu reflek.”

Tahu-tahu, barang-barang di rumah kami juga sudah ada coret-coretan di sana-sini. Awal-awal masih belum sadar. Padahal kita sudah membelikan papan yang memang khusus buat bayi corat-coret. Tapi, ziyad gak selalu bisa dilarang memegang pena atau spidol. Natural aja semuanya terjadi.

Waktu sedang beres-beres rumah, lihat CPU “Heh! Kok ada coret-coret. Kapan nyoretnya nih?!”
Waktu lagi asyik tidur-tiduran, lihat container plastik “Lho! Kok ada coretan juga!”
Buku catatan ide bang Hen (Lucu lihat reaksi bang Hen waktu tiba-tiba dapat ide terus mau mencatat di bukunya), “HaduHH! *Sambil geleng-geleng dan ketawa miris*”

Lantai evamatnya juga… Mungkin kalau dinding rumahnya mulus bercat juga bakal kena jadi sasaran. (kan dinding rumah kami masih natural berbata-bata. Hehehe…)

Mengidolakan sang Abi

Memang pernah baca di suatu artikel di suatu tabloid, masa bayi usia sampai 2 tahun akan sangat mengidolakan ayahnya. Sehingga banyak perilaku yang akan dia tiru dari sang ayah. Begitu pula yang terjadi dengan Ziyad Syaikhan. Apalagi bang Hen sangat suka melakukan permainan-permainan yang sulit untuk dijelaskan (mungkin para ayah tahu maksud permainan orang tua di sini). Dari cara tertawa, bermain, semuanya dia perhatikan dari bang Hen, dan dengan cepat dia tiru. Bahkan ketawa bang Hen yang cuma pura-pura, diikuti juga. Jadinya aneh melihat seorang bayi, tapi tertawa sok bijaksana dengan nada tertawa yang dibuat-buat pula.

Puzzle dan Match Game

Awalnya…gak sadar kalau itu adalah hasil prakarya Syaikhan. Kalau sedang beres-beres rumah, salah satu yang tiap hari dibereskan adalah lantai evamat yang berukuran 2×2 m. Memang sejak umur sekitar 1.1 bulan, dia mulai suka membongkar-bongkar puzzle evamat itu. Tapi belum memasangnya. Nah, ketika beres-beres itu, suka ada bagian yang terpasang, tapi terbalik posisinya. Suatu saat aku melihat Syaikhan sedang asyik bertekur di satu tempat (jarang-jarang nih!). Ternyata dia sibuk memasang puzzle roda untuk evamat yang bergambar sepeda. Wuah…senangnya. (lagi mikir-mikir, sesuai dengan tahap perkembangannya gak ya. Soalnya dulu ngajar anak 3 tahun belum bisa main puzzle tuh).

Alhamdulillah, akhirnya bisa (sempet) buat thema wordpress sendiri dan buat diriku sendiri. :P Dan alhamdulillah juga dikasih hosting dan sub domain dari penalette.com

Jadi, kalau yang sini gak update-update, coba di cek yang di penalette ya…capek dung kalau double posting ke sini juga. Padahal satu aja dah keteteran ya??

Cek cizkah.penalette.com

Feel Worthless

December 15, 2008

Lagi melow…

Mungkin karna lagi haids… pmsnya telat…

Indahnya 'Idul Adha

December 9, 2008

Alhamdulillah…seneeeng bisa masih berhari raya ‘Idul Adha tahun ini. (walaupun sempet nangis dikit, soalnya ternyata masih gak bisa pulang ke Jakarta) :P.

Di kontrakan baru ini, terkaget-kaget sewaktu sekitar sore hari, pintu rumah diketuk,

“Assalamu’alaikum!!”

“Wa’alaikumussalaam…”

“Ini akh, dari pondok”, kata sang tamu.

“Hah, banyak sekali ini.”

“Pada segitu dapat jatah semua”.

Abang masuk rumah sambil ngangkut 4 plastik yang isinya daging kurban. Alhamdulillaahh…Terus abang sibuk cerita kalau tadi lihat di masjid, padahal dari pondok pesantren Jamilurrahman sudah menjatahkan untuk kampung ini, kampung itu dll. Berarti kan banyak buanget dagingnya.

Yang takjubnya, gak lama sesudah itu pintu diketuk lagi. Ternyata dapat 1 plastik lagi jatah dari masjid yang cuma berjarak 1 rumah dari rumah kontrakan kami. Langsung sibuk pilah-pilah deh. Sambil potong sana, potong sini, kami sibuk membahas lagi berbagai komentar di muslimah. or.id, di tulisanku tentang vegetarian. Bang Hen masih terheran-heran dengan fanatiknya para vegetarian (padahal mereka Islam). Kita tahu, karena banyak komentar yang tidak ter-approve karena tidak bermanfaat untuk lainnya dan hanya debat kusir saja nantinya. Kalau mereka mau cari kebenaran, insya ALlah muslimah.or.id dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan. Tapi sayangnya mereka sekedar ingin membela hawa nafsu saja.

“Mereka mendebatmu tentang kebenaran, sesudah nyata kebenaran tersebut.”(Qs. al-Anfal[8]:6)

Aku sempat mengucap, “Bagaimana ini, para vegetarian. Orang-orang mah pada senang dapat daging…”

Padahal disinilah keindahan syari’at ‘Idul Adha ini. Dan berbagai komentar yang masuk dimuslimah dari para vegie itu, kalau dah ditanya gimana mereka dengan syari’at Islam yang jelas-jelas nyata, yaitu ‘Idul Adha dan Aqiqoh. Mereka gak akan bisa jawab. Kalaupun jawab, jawabannya itu cuma dicari-cari aja, bahkan menujukkan bagaimana sebenarnya pemahaman mereka terhadap Islam. Mereka katakan, itu kita gak sejaman sama Nabi Muhammad (shallallahu’alaihi wa sallam), jadi gak tahu gimana praktek kurban. Iman kita gak sebesar nabi Ibrahim, dan alasan-alasan aneh lainnya.

Alasan mereka, aku simpulkan berkisar pada:

1. Rasa kasihan dan mereka mengaku sangat menyayangi makhluk.

Jawabannya : Padahal Allah-lah yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut (para hewan). Allah pula yang memerintahkan untuk makan para hewan tersebut. Dan Allah pula yang memerintahkan caranya dengan disembelih dan dengan menyebut nama ALlah pula!! Allah pula yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Jadi alasan mereka ini sangat tidak rasional.

2. Hewan-hewan itu disiksa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Jawaban: Apapun kesalahan atau cara yang salah dari manusia, bukan berarti kemudian mencari-cari penyelesaian dengan menerjang syari’at. Berusaha membenahi hubungan mereka dengan makhluk Allah, tapi hubungan mereka dengan Allah malah terselewengkan.

upadated

3. Baru nyadar lagi alasan ketiga.

Karena kesehatan. Padahal yg seperti ini tidak bisa digeneralisir. Dikatakan lebih panjang umur dsb.

Dalam Islam, dibolehkan mencari ‘sebab’ yang memang sesuai syari’at.  Misalnya, dalam salah satu hadits, dikatakan silaturahmi dapat memperpanjang umur. Umur disini juga bermacam-macam penjelasan ulama, salah satunya yaitu benar-benar umurnya akan dipanjangkan (agak panjang penjelasannya dan bukan di sini tempatnya).

Atau juga misal makan adalah sebab untuk menghilangkan lapar.

Tapi untuk asalan ‘sehat’ untuk kemudian menjadi meng’anti’kan diri terhadap kenikmatan yang Allah berikan, maka ini yang tidak diperbolehkan.

4. Pilihan??

Salah jika dikatakan menjadi vegetarian itu adalah pilihan. Kalau seperti itu, nanti para pria yang memilih berubah jadi perempuan dan para perempuan yang memilih menjadi laki-laki, juga akan mengatakan hal yang sama. Ini pilihan saya.

Pilihan itu adalah ketika kita tidak menyukai makanan tertentu karena jijik atau tak terbiasa, sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak makan binatang (semacam iguana) karena memang tidak terbiasa.

Tapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tetap makan kambing, unta bahkan sangat menyukai memakan lengan kambing.

5. Valid atau tidaknya kehalalan daging yang dimakan

Sesungguhnya setiap hamba tidak dibebankan menjalankan syari’at di luar kemampuannya. Dan usaha-usaha untuk makan makanan yang halal bukan berarti malah mengerjakan sesuatu yang menyelisihi syari’at kan??

Jadinya aneh, mau bertakwa tapi justru memakai cara lain yang merupakan maksiat terhadap syari’at Allah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah tauladan terbaik. (Maaf ya untuk hadits-haditsnya belum bisa dicantumkan karena sedang letih untuk membuka buku-buku – lagi kurang enak badan). Intinya, misalnya kita tinggal di negara muslim yang memang telah jelas hukum penyembelihan, maka insya Allah kita bisa tenang makan daging-daging yang dijual di pasaran. Kalau tinggal di luar negeri (sebenarnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah berlepas diri kalau kita tinggal di negeri kafir), ya inipun bisa diusahakan untuk tetap makan makanan yang halal, tapi tetap dengan tidak menjadi vegetarian. Mudah-mudahan kerepotan kita untuk mencari makanan yang halal (di LN) menjadi catatan amal kebaikan. :)

Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada kita semua untuk dapat mengikuti syari’at seutuhnya dan bukan mengambil sebagian ayat (untuk hawa nafsu) dan meninggalkan ayat-ayat lainnya. Amiin

Indahnya ‘Idul Adha

December 9, 2008

Alhamdulillah…seneeeng bisa masih berhari raya ‘Idul Adha tahun ini. (walaupun sempet nangis dikit, soalnya ternyata masih gak bisa pulang ke Jakarta) :P.

Di kontrakan baru ini, terkaget-kaget sewaktu sekitar sore hari, pintu rumah diketuk,

“Assalamu’alaikum!!”

“Wa’alaikumussalaam…”

“Ini akh, dari pondok”, kata sang tamu.

“Hah, banyak sekali ini.”

“Pada segitu dapat jatah semua”.

Abang masuk rumah sambil ngangkut 4 plastik yang isinya daging kurban. Alhamdulillaahh…Terus abang sibuk cerita kalau tadi lihat di masjid, padahal dari pondok pesantren Jamilurrahman sudah menjatahkan untuk kampung ini, kampung itu dll. Berarti kan banyak buanget dagingnya.

Yang takjubnya, gak lama sesudah itu pintu diketuk lagi. Ternyata dapat 1 plastik lagi jatah dari masjid yang cuma berjarak 1 rumah dari rumah kontrakan kami. Langsung sibuk pilah-pilah deh. Sambil potong sana, potong sini, kami sibuk membahas lagi berbagai komentar di muslimah. or.id, di tulisanku tentang vegetarian. Bang Hen masih terheran-heran dengan fanatiknya para vegetarian (padahal mereka Islam). Kita tahu, karena banyak komentar yang tidak ter-approve karena tidak bermanfaat untuk lainnya dan hanya debat kusir saja nantinya. Kalau mereka mau cari kebenaran, insya ALlah muslimah.or.id dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan. Tapi sayangnya mereka sekedar ingin membela hawa nafsu saja.

“Mereka mendebatmu tentang kebenaran, sesudah nyata kebenaran tersebut.”(Qs. al-Anfal[8]:6)

Aku sempat mengucap, “Bagaimana ini, para vegetarian. Orang-orang mah pada senang dapat daging…”

Padahal disinilah keindahan syari’at ‘Idul Adha ini. Dan berbagai komentar yang masuk dimuslimah dari para vegie itu, kalau dah ditanya gimana mereka dengan syari’at Islam yang jelas-jelas nyata, yaitu ‘Idul Adha dan Aqiqoh. Mereka gak akan bisa jawab. Kalaupun jawab, jawabannya itu cuma dicari-cari aja, bahkan menujukkan bagaimana sebenarnya pemahaman mereka terhadap Islam. Mereka katakan, itu kita gak sejaman sama Nabi Muhammad (shallallahu’alaihi wa sallam), jadi gak tahu gimana praktek kurban. Iman kita gak sebesar nabi Ibrahim, dan alasan-alasan aneh lainnya.

Alasan mereka, aku simpulkan berkisar pada:

1. Rasa kasihan dan mereka mengaku sangat menyayangi makhluk.

Jawabannya : Padahal Allah-lah yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut (para hewan). Allah pula yang memerintahkan untuk makan para hewan tersebut. Dan Allah pula yang memerintahkan caranya dengan disembelih dan dengan menyebut nama ALlah pula!! Allah pula yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Jadi alasan mereka ini sangat tidak rasional.

2. Hewan-hewan itu disiksa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Jawaban: Apapun kesalahan atau cara yang salah dari manusia, bukan berarti kemudian mencari-cari penyelesaian dengan menerjang syari’at. Berusaha membenahi hubungan mereka dengan makhluk Allah, tapi hubungan mereka dengan Allah malah terselewengkan.

upadated

3. Baru nyadar lagi alasan ketiga.

Karena kesehatan. Padahal yg seperti ini tidak bisa digeneralisir. Dikatakan lebih panjang umur dsb.

Dalam Islam, dibolehkan mencari ‘sebab’ yang memang sesuai syari’at.  Misalnya, dalam salah satu hadits, dikatakan silaturahmi dapat memperpanjang umur. Umur disini juga bermacam-macam penjelasan ulama, salah satunya yaitu benar-benar umurnya akan dipanjangkan (agak panjang penjelasannya dan bukan di sini tempatnya).

Atau juga misal makan adalah sebab untuk menghilangkan lapar.

Tapi untuk asalan ‘sehat’ untuk kemudian menjadi meng’anti’kan diri terhadap kenikmatan yang Allah berikan, maka ini yang tidak diperbolehkan.

4. Pilihan??

Salah jika dikatakan menjadi vegetarian itu adalah pilihan. Kalau seperti itu, nanti para pria yang memilih berubah jadi perempuan dan para perempuan yang memilih menjadi laki-laki, juga akan mengatakan hal yang sama. Ini pilihan saya.

Pilihan itu adalah ketika kita tidak menyukai makanan tertentu karena jijik atau tak terbiasa, sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak makan binatang (semacam iguana) karena memang tidak terbiasa.

Tapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tetap makan kambing, unta bahkan sangat menyukai memakan lengan kambing.

5. Valid atau tidaknya kehalalan daging yang dimakan

Sesungguhnya setiap hamba tidak dibebankan menjalankan syari’at di luar kemampuannya. Dan usaha-usaha untuk makan makanan yang halal bukan berarti malah mengerjakan sesuatu yang menyelisihi syari’at kan??

Jadinya aneh, mau bertakwa tapi justru memakai cara lain yang merupakan maksiat terhadap syari’at Allah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah tauladan terbaik. (Maaf ya untuk hadits-haditsnya belum bisa dicantumkan karena sedang letih untuk membuka buku-buku – lagi kurang enak badan). Intinya, misalnya kita tinggal di negara muslim yang memang telah jelas hukum penyembelihan, maka insya Allah kita bisa tenang makan daging-daging yang dijual di pasaran. Kalau tinggal di luar negeri (sebenarnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah berlepas diri kalau kita tinggal di negeri kafir), ya inipun bisa diusahakan untuk tetap makan makanan yang halal, tapi tetap dengan tidak menjadi vegetarian. Mudah-mudahan kerepotan kita untuk mencari makanan yang halal (di LN) menjadi catatan amal kebaikan. :)

Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada kita semua untuk dapat mengikuti syari’at seutuhnya dan bukan mengambil sebagian ayat (untuk hawa nafsu) dan meninggalkan ayat-ayat lainnya. Amiin

Artikel Wudhu, Uploaded

December 8, 2008

Alhamdulillah, artikel wudhu-nya dah published di muslimah.or.id sejak tanggal 1 Desember kemarin. Maaf ya telat kasih tau (gak sesuai janjinya ni).

Silakan dibaca selengkapnya di muslimah.or.id. Siapa tahu ada yang perlu dibenahi dari wudhu kita (kaya aku dulu). :)

Btw, masih pikir2 lagi deh mau pindah-pindah ke kankoyo.wordpress.com nya. Kayanya jadi agak ribet. Masih timbang-timbang lagi.

Ada yang Pindah ke Kankoyo

December 2, 2008

Setelah melalui berbagai pertimbangan…uhuk uhuk… pembicaraan yang berbau rumah tangga akan aku pindahkan ke kankoyo.wordpress.com. Insya ALlah.