Drawing, Editing, Writing…

October 30, 2008

This week, i’ve completed many things, including writing articles for muslimah.or.id with topic about wudhu for muslimah. And to complete the article, i’ve drew some illustration. Actually, i want to show it here. But right now, i’m using my husband’s laptop and i’m to lazy to turn on the cpu on and do many things to upload it here. So..just wait the article from being corrected by Ustad Aris and when the article published at muslimah.or.id, i’ll told it here, insya Allah.

I’ve finished my design in making wordpress theme for penalette.com alhamdulillah. And i think it’s my record to accomplish it in about 4 days. Well, 5 days actually. One day was for making the mockup for penalette.com. And this is for the last design. Actually, i have….mmm…i’ve made four mockups or so for penalette.com. The first design was so grungy.  The second design was so futuristic. And the third design just has a little different with the second one. The fourth design..what is it call…just the trans from second design.

On April, i’ve started to make the style css code for the second design. But i wasn’t satisfied with the mockup. So i left it.

Just see my design at penalette.com. But today, my husband hasn’t upload it yet. May be tomorrow insya Allah.

Advertisements

Designing DonatBakar.com

October 23, 2008

Finally… i have finished my design for penalette …well…how i explain this. Penalette got project from donatbakar and they asked me to do that job. Let’s say that i’m currently work as a freelancer but almost my whole projects are from penalette. This situation is caused by internal condition at penalette. Actually, they want to hired me as a fixed worker. But…ya..just like i told you before. It’s because the internal condition that i couldn’t say it here.

Back to my topic…well…actually, i haven’t done it yet totally. I still have problem in placing the right code for search’s layer. And i can’t found the best solution this day. I hope i can finish it tomorrow insya ALlah. And satria will send the invoice to donat bakar this week. And…of course, i hope i can get the fee this week too. :P

This is the temporarly appearance for donatbakar.com

donatbakar.com

donatbakar.com

Berhubung waktu luang yang makin sempit karena pekerjaan dari penalette, sejak usia 10 bulan, catatan perkembangan Syaikhan sedikit terlalalikan. Padahal perkembangannya begitu banyak sejak usia ini. Kadang sampai heran sendiri, HAH?…anakku ternyata udah bisa ini yaa…

Bulan MEI, masuk usia 10 bulan.
Syaikhan sakit panas tinggi. Bolak-balik rumah sakit entah berapa kali. Sampai sempat ambil darah juga. Wah, pokoknya melelahkan. Hasil akhir dan saran dari dokter mengatakan Syaikhan mesti disunat. Karena bagian kulupnya merapat. Tapi keputusan ini tidak harus langsung dilaksanakan. Bisa dilihat kondisi selama 2 bulan ke depan. Apabila panas tinggi lagi, berarti sudah benar-benar mesti disunat. Karena sudah menunjukkan gejala infeksi.

Akhirnya, kami memutuskan untuk tidak langsung menyunat Syaikhan. Pertimbangan utama adalah karena harus bius total. Di usianya sekarang, kalau tidak dibius total tidak memungkinkan.

Alhamdulillah Syaikhan sampai sekarang gak panas lagi dan tambah aktif!

Bulan Juni awal
Syaikhan sudah mulai sehat dan mulai aktif lagi. Sekarang dia sudah mulai mencari-cari pegangan dan BERDIRI!. Huwaeeii…alhamdulillah. Berbarengan dengan itu, Syaikhan bisa duduk tegak sendiri. YUP. Dari kemarin Syaikhan susah banget disuruh duduk. Mesti langsung pinginnya senderan dan rebahan. Untuk awal-awal ini, tapi berdirinya masih harus berpegangan. Biasanya monitor bang Hen yang dijadiin sasaran. Masih sering jatuh juga.

Setelah bisa duduk tegak sendiri, Syaikhan akhirnya merangkak dengan lengan tangan yang tegak. Jadi gak merambat-rambat dengan badannya lagi. Lumayan…bagian baju yang kotor sekarang cuma dengkul.

Yang menarik, proses dia belajar turun dari berdirinya. Pada awalnya minta didudukkan, kemudian dia meregangkan kakinya sampai selebar-lebarnya kemudian menjatuhkan diri. Sampai akhirnya bisa jongkok. Itu juga karena dia tidak butuh lagi pegangan untuk berdiri.

Bulan Juli
Waktu awal bulan, Syaikhan bisa berjalan 2 langkah!

Hihihi…dia sendiri sumringah waktu bisa melangkahkan kakinya ke depan. Kita sibuk memberi semangat. Senangnya juga, bulan ini Syaikhan 1 tahun. Makannya jadi lebih mudah, karena bisa sama dengan lauk orang dewasa. Tentu saja masalah rasa berbeda.

Bulan Agustus (13 bln)
Syaikhan benar-benar sudah lancar berjalan. Sulitnya, kalau mau tidur dia sibuk ingin berdiri kemudian berjalan tidak tentu arah untuk kemudian terjatuh. Nanti sibuk nyari susu lagi terus berdiri lagi terjatuh lagi. Begitu terus. Sampai dia mau berhenti. 2 kali dia kena hukum ditaruh luar kamar sebentar sama bang Hen. Soalnya sampai hampir tengah malam tidak mau tidur juga.
Tapi, dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan tidak memberi hukuman itu lagi. Khawatirnya dia trauma. Toh, kalau dipaksa tidur padahal dia belum ngantuk memang dia gak bakalan tidur. Jadinya malah capek sendiri kitanya biasanya. Jadinya paling temenin aja dikamar.

September (14 bln)
Syaikhan ikut ke Jambi!…

Berangkat masih takut banget naik taxi. Langsung nangis dan pingin keluar. Waktu naik bis juga nangis. Dan setiap kali baru naik setelah bis istirahat, Syaikhan mesti nangis. Tapi kalau bisnya dah jalan, dia bisa bercanda-canda. Gak tau ya kenapa.

Ketemu oma opanya, Syaikhan nangis ketakutan. Apalagi kalau liat Opa. Alhamdulillah dengan kesabaran dan pendekatan, hari kedua Syaikhan dah mau dekat sama oma opa. Kalau engga nanti ibo ati lah tu oma opa…

Oktober (menuju 15 bulan)

Di Jambi, banyak perkembangan. Ada yang kurang diharapkan sih. Kaya joget-joget kalau denger musik. Ini juga karena di Jambi ada tv. Jadi sering tepuk tangan juga.
Syaikhan sekarang bisa diajarin cium abi sama umi. Seneng disuruh gosok gigi walaupun belum bisa berkumur dan meludah. Paling dia bisa ikutan nyemburnya aja. Padahal airnya dah ketelan. :P

Syaikhan juga bisa ngupil, walau belum dapet upilnya. HIhihihie..tapi jarinya dah masuk lho. Menunjukkan kalau ada yang gatal dan gak nyaman di hidungnya.

Di perjalanan pulang ke Jogja, Syaikhan bisa minum dari sedotannnn… Uwaahhh tambah senang. Padahal waktu sampai Jambi, Mak sempat nyuruh minum dari minuman mineral gelas. Tapi Syaikhan belum bisa waktu itu.
Syaikhan juga berusaha niru waktu diajarin buka mulut, mama baba. Dia bisa ngikutin sih. Tapi tetep belum ada kata-kata utuh yang keluar.

Yang jelas, selain bicara, masalah meniru yang lain-lain Syaikhan termasuk cepat insya Allah. Sampai suara burung juga mau ditiru sama dia. Lumayan dapet lho nada burungnya. Bang Hen sampai kepikiran, “Apa kita beli burung aja ya?” hihihi…
Oiaa…Syaikhan juga mandinya udah pakai air dingin….wah…tambah berkurang ya repotnya Umi..

Perkembangan lainnya, makannya masih susah, mesti pakai kerupuk atau yang sejenisnya. Aktifnya tambah aktif. Syaikhan juga suka banget masukin benda-benda yang berpasangan. Misalnya bulpen sama tutupnya dll. Padahal ini untuk usia berapa ya. Kami jadi ingin membelikan model mainan yang seperti itu.

Dah dulu ah…Ngantuk. Nyiapin tenaga lagi buat besok insya Allah.

An Uncomfortable Journey…

October 13, 2008

Wah…bener-bener deh…perjalanan pulang kali ini, bisa dikatakan sangat tidak nyaman. Faktornya banyak banget.
Pertama, perjalanan terasa SAAaaaNgat MemBosankan. Jadinya tambah kerasa sanGaaaTT melelahkan. Sebabnya bisnya yang cuma 3 kali berhenti!! selama 2 hari 2 malam perjalanan. Wuow! Kebayang kan berarti berapa jam sekali kita harus duduk dalam bis. Menahan pipis, pegal, dan penat. Bis kami termasuk bis pertama, namun yang terakhir masuk kapal ferry di pelabuhan Bakahuni. Sebenarnya, bis kami bisa masuk kapal ferry kedua. Namun, karena pak sopir ingin cepat, jadilah serobot menyerobot dengan yang lain terjadi, dan akhirnya kita malah terdampar di urutan belakang dan berhasil masuk kapal ferry keempat! Itupun memakan waktu sekitar 3 jam. Ckckck…

Yang tidak menyenangkan lagi, para penumpang harus turun dari bis selama di kapal. Rupanya ada peraturan baru dari pemerintah karena kebakaran kapal di lampung kemarin. Jadi, mesin-mesin bis harus mati. Otomatis, AC mati juga. Alhasil, kami duduk-duduk memakai alas koran (dibeli dengan harga 1000 isi 2 lembar koran), di sepanjang koridor jalan menuju tempat penumpang. Tidak lupa pak sopir mengingatkan kami,

“Nanti kalau sudah mau merapat, langsung masuk bis saja. Banyak copet.” :D

hehehe…Indonesiaku…Indonesiaku..

Sebab lainnya, perjalanan yang sudah tidak menyenangkan ini, harus ditambah dengan mendengarkan musik (which i never hear it anymore). Tahu sendiri kan kalau musik itu hanya melalaikan kita dari Al-Qur’an. 4 jenis musik diperdengarkan. Mulai dari lagu-lagu franky yang diputar 2 kali. Lagu dangdut dari penyanyi SERA (ini tahunya juga karena melihat video klip di layar). Lagu dari filmnya Nirina Zubir dan Irwansyah (ini juga gak tahu judulnya, karena dah ga memperhatikan film-film seperti ini lagi). Terakhir, lagu yang dibawain Nia Daniati. Dan ini diputarr…> 4X!!!

Siang di hari kedua, rasanya jadi benar-benar penat! Aku yang berusaha menahan pusing karena sudah 12 jam mengenakan jilbab (dan ini bukan jilbab tipis lho…yang sebenarnya bahkan aku memakai rangkap 4 pakaian, pakaian lapisan gamis, gamis, khimar dan jilbab itu sendiri). Tentu saja aliran darah di kepala jadi kurang lancar karena tidak mendapat nafas selama itu.

Pukul 15.00 lebih, sambil masih diiringi lagu-lagu Nia Daniati, bis belum berhenti juga. Padahal pemberhentian kami terakhir adalah pukul 03. 00 am masih di kepulauan Sumatra. Aku hanya bisa merengek sebentar ke bang Hen.

Bang Hen hanya menjawab, “Sabar ya…Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kan sudah mengatakan. Safar itu adalah bagian dari adzab.”

Ya sudah. Alhamdulillah tidak lama kemudian, Ziyad Syaikhan terbangun dari tidurnya. Konsentrasi beralih dari diri sendiri menjadi ke Syaikhan. Akhirnya pukul 18,29 wib, kami berhenti di rumah makan Gedung Roso mbok rame, dan ini adalah pemberhentian kami yang terakhir. Alhamdulillah kami diberi waktu 1 jam.

Btw, ternyata rasa senangku akan air yang bersih di rumah makan ini kurang tepat. Karena setibanya di rumah, baru aku sadari kalau sepertinya kultku alergi dengan air (asin) yang dijadikan air kamar mandi itu. Alhamdulillah aku hanya menyiram bagian kakiku.

Alhamdulillah bi ni’matihi tatimushsholihaat…
jam 01.00 kami sampai di terminal jombor. Sekitar pukul 02.00 kami sampai di Bantul dan menghadapi situasi rumah yang lebih parah dari bayanganku. Debu bertumpuk, kulkas yang mulai dirayapi belatung, tikus yang merajalela, lampu depan putus…DANN..ditambah tubuhku yang gatal terus-menerus dibagian kaki.

Akhirnya aku memutuskan untuk mandi dan memulai langkah pembenahan rumah dari mencuci piring dan mencuci wadah-wadah bagian dalam kulkas (dan pembersihan kulkas dari belatung inilah yang memakan waktu paling lama. 3 jam!)

Ahh…alhamdulillah…senang bisa kembali di rumah ini..Semoga Allah cepat memulihkan stamina dan fisikku serta kekasihku tercinta dan sang buah hati.

Kue 8 Jam & Kue Hijau

October 4, 2008

Masih tentang makanan ya, saudara-saudara..^^

Kue 8 Jam

Kue 8 Jam

Yang ini kue khas jambi yan g mesti ada di rumah-rumah sewaktu hari raya ‘iDul Fitri. Jadi, kalau kita bertamu ke rumah-rumah, yang aku alami kemarin pasti disuguhin kue 8 jam ini. Kalaupun diantar rantang makanan sama saudara atau tetangga, salah satu isinya ya kue ini juga, biasanya dikasih sekitar irisan 1 cm.

Cara penyajian ke tamu pun bukan dipotong-potong langsung terus disajikan perpotong. Tapi dibawa sekaligus satu piring kue yang masih utuh dan biasanya diiris tipis-tipis cuma sekedar 1-2 iris, terus dipotong lagi jadi potongan kecil-kecil.

Kenapa begitu??

Kue Hijau, Khas Jambi

Kue Hijau, Khas Jambi

Soalnya kedua kue ini rasanya maniiiiiisss bangettssss…

Kue hijau itu rasanya seperti lapis legit, cuma lebih manis lagi dan lebih basah. Kalau kue 8 jam, menurut aku seperti rasa bolu, cuma bolu yang masih basah banget dan ketahuan kalau telornya banyaakk banget. Masih santer rasa dan baunya.

Untuk kue 8 jam, disebut kue 8 jam soalnya masaknya bener-bener 8 jam. Cara masaknya agak beda tapi. Jadi di bawah di kasih api, nanti di atasnya (aku belum tau bentuk realnya seperti apa, ini dari cerita bang Hen aja) di kasih alas terus dikasih bakaran juga. Jadi, intinya kaya oven gitu ya… Dibakar dari atas dan bawah. Eh…tapi kalau masaknya pakai oven, kata bang hen lain lho jadinya. Jadi, memang mesti cara masaknya seperti itu.

Yah…namanya juga kue tradisional KHAS jambi.