Perjalanan Terpanjang, Terlama dan Terjauh

September 23, 2008

Untuk sementara ini….

Ini adalah perjalananku yang terpanjang, terlama dan terjauh selama aku hidup.

Apa yang ingin ku ceritakan di sini, tujuannya supaya yang membaca bisa mengambil manfaat, baik dari segi persiapan maupun saat perjalanan dan sesudah sampainya :)

Persiapan:

Sudah dari akhir bulan Agustus kemarin (sebelum puasa), tiket pulang menuju kampung halaman suami tercinta, yaitu Jambi, telah terpesan. Tentu saja yang menanganinya adalah adik ipar perempuan yang sangat handal mengorganisir dan mempersiapkan masalah-masalah seperti ini. Pertimbangan memesan tiket mudik lebaran sebulan sebelum keberangkatan adalah

1. Bisa memilih tempat duduk yang strategis dan sesuai kebutuhan. Misal, kalau Andria membutuhkan tempat duduk yang meminimalisir vertigo yang ada padanya. Dan itu dia dapatkan di tempat duduk paling depan. Kalau aku sendiri, justru menghindari tempat duduk yang berada tepat di atas ban karena akan mengalami goncangan yang berbeda dan lebih cepat membuat mual dan pusing. Akhirnya kemarin aku ada di posisi bangku ketiga sebelah kiri.

2. Dia juga menginginkan duduk paling depan supaya ketika bis berhenti, bisa lebih dulu keluar dari bis sehingga tidak perlu mendapat antrian panjang di kamar mandi umum. (tentu saja persiapan ini berlaku untuk teman-teman yang juga ingin naik bis)

Karena bis kami akan mengalami perjalanan selama 2 hari 2 malam, tentu saja banyak persiapan lain yang dibutuhkan. Ternyata setelah menjalani sendiri perjalanan ini, ada beberapa persiapan yang tidak dibutuhkan atau mungkin terlalu berlebihan.

1. Persiapanan makanan berat mungkin tidak perlu terlalu banyak. Karena pak sopir ternyata juga butuh untuk berhenti makan dan istirahat. Jadi bawa sekedarnya. Kalau membawa bayi, maka bawalah sekedar yang dibutuhkan bayi atau kalau mau yang praktis bawa bubur instan.

2. Bawa termos air panas, tidak perlu yang terlalu besar. Apalagi kalau tidak membawa bayi yang tidak minum susu formula atau tidak makan bubur halus yang butuh air panas. Karena sebab pertama (bisa berhenti di rumah makan), dan air panas yang dibutuhkan tidak terlalu banyak (sekedar membuat pop mie atau minuman panas tidak sampai membutuhkan termos 2l kan?)

3. Selimut penahan dingin juga tidak terlalu dibutuhkan kecuali memang yang benar-benar tidak mau memakai selimut bis dan sangat tidak tahan dingin. Karena pendingin bis yang kunaiki kemarin, ternyata jauh lebih baik daPsri yang dulunya ada. Pendinginnya tidak perlu selalu menyala dan juga tidak bocor. Jadi, pendingin tidak perlu terlalu menyala. Bawalah jaket dan kaos kaki (lebih praktis dan irit tempat).

4. Kalau membawa bayi yang sudah bisa bermain (seperti Ziyad Syaikhan yang sudah berumur 1 tahun 2 bulan), maka mainan sederhana dibutuhkan. Seperti yang menimbulkan bunyi (yang jangan sampai menganggu penumpang lain), atau mainan kesukaannya. Tidak perlu banyak-banyak, karena malam hari juga tidak bisa dimainkan, siang hari juga tidak terlalu dimainkan. Sekedarnya saja.

5. Lebih baik pakai sendal jepit atau sendal yang cepat kering.

6. Bawalah sabun muka, gosok gigi dan odol serta handuknya.

7. Siapkan barang-barang yang biasa dipakai ketika turun dari bis dalam satu tas. Misal, baju ganti bayi atau baju ganti kita, sikat gigi dan sabun tadi (kalau panpers ketika mau turun saja diambil dari persediaan)

8. Bawa tissu basah dan tissu kering. Keduanya sangat sangat dibutuhkan. Karena ketika makan tidak bisa mengandalkan air (apalagi air kamar mandi).

9. Bawalah makanan/minuman yang bisa mengurangi mual dan pusing (jika ini terjadi) serta menjaga stamina, seperti buah jeruk, pir, minuman mineral pengganti ion tubuh atau minuman dan makanan panas.

10. Beri label nama pada barang-barang anda, terutama yang akan dimasukkan ke bagasi.

11. Segera standby di depan bagasi bis yang akan berangkat supaya anda mendapat bagian bagasi. Kalau kalah cepat yang lain, bisa-bisa anda membawa bawaan besar anda ke atas bis (bukan diletakkan di bagasi). Tentu saja ini akan mengganggu kenyamanan perjalanan anda karena ruang gerak anda akan berkurang.

Saat perjalanan:

Kejadian kemarin, ketika baru saja menempuh perjalanan sekitar 4 jam, ternyata supir angkutan melewati jalan lain yang sangat tidak membuat nyaman penumpang. Jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun membuat isi perut terasa naik turun dan membuat fokus mata berganti-ganti secara cepat menimbulkan rasa pusing yang semakin membuat isi perut terasa ingin keluar. Saat ini terjadi maka

1. Pejamkan mata segera. Jangan coba-coba tetap melihat keluar. Jangan lupa berdoa yang diajarkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, ketika menemui jalanan menanjak, bertakbir Allahu Akbar dan ketika menurun bertasbih, “Subhanallah”. (Bacaan ini tidak mesti ketika perjalanannya membuat mual lho).

2. Ketika telah melewati proses yang memabukkan, maka tetap istirahatkan mata dan kepala anda sambil dipijat pelan di sekitar daerah ummul mughits (pusat kepala), serta kening.

3. Setelah sedikit reda, cepat dipulihkan dengan makanan-makanan penguat stamina seperti jeruk dll. Insya Allah pusingnya berangsur-angsur hilang. Hal ini berlaku juga untuk pusing-pusing yang lainnya insya Allah.

Masukan lain saat perjalanan berlangsung normal (tidak memabukkan)

1. Cepatlah turun jika memang sudah ‘kebelet’, supaya tidak mendapat antiran panjang dan lama dari kamar mandi umum.

2. Jika bis harus berhenti (apalagi setelah sampai di daerah sumatra), maka jangan marah pada pengemudi (apalagi jika pak supir berhenti karena menolong temannya di bis yang lainnya). Karena sebenarnya ketika berhenti bersama-sama di daerah yang sepi dan asing, maka supaya bisa saling menguatkan. Mudah-mudahan jangan sampai ‘bajing loncat’ si pencuri dan penodong tidak datang menghampiri karena ‘ramai’nya orang-orang.

3. Tanyalah pada supir bis jika sekiranya anda membutuhkan waktu yang lama (misal mandi dan makan), apakah bis akan berhenti lama. Supaya dapat memperkirakan waktu yang dapat digunakan.

Saat telah sampai daerah tujuan:

1. Jangan berhenti di terminal, jika isi penumpang penuh dan saat sampai siang hari. Karena barang-barang anda terancam akan dipaksa dibawa oleh para calo atau preman sehingga mau tidak mau anda harus membayar mobil yang sebenarnya anda tidak ingin carter dan alasan membahayakan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: