Bahasa Indonesia: Kalimat Perintah yang Tepat

November 25, 2008

Aku, dan terutama suami, suka memperhatikan bahasa. Kejadian dengan anak kami, Ziyad Syaikhan ternyata juga bisa jadi pelajaran bahasa buat kami. Biasanya kalau Syaikhan memukul aku atau bang Hen, aku langsung berkata,

“EEHhhHH!….kok Umi dipukul…jangan dipukul!!” Bolehnya disayangg!!”
Sadar tidak, kesalahan bahasa yang aku gunakan?
Kalau bang Hen sadar. Hehehe..
Tidak ada dalam kalimat bahasa Indonesia yang tepat, penggunaan kata pasif dalam kalimat perintah. Seharusnya yang benar, “Jangan pukul”.  Karena ini merupakan kalimat perintah kepada orang kedua.
Kalau perintahnya, “Syaikhan!! Jangan dipukul !”
Siapa yang jadi pelakunya? Seharusnya Syaikhan kan? Tapi kalimatnya jadi rancu karena ada kalimat pasif yang membutuhkan pelaku lain, yaitu Umi yang jangan dipukul. Padahal, dalam perintah tersebut, si Umi bukan jadi pelaku (subyek), tapi jadi objek (yang dipukul).
Wah…benar juga ya bang! Kita ketawa-tawa waktu ngebahas ini. Baru kepikiran deh. Sekarang kalau melarang Syaikhan, jadinya suka meralat kalimat deh.
“Syaikhan…jangan mukulll” –hehehe…well..walaupun gak baku, setidaknya secara struktur bahasa dah bener. Namanya juga bahasa percakapan sehari-hari.

2 Responses to “Bahasa Indonesia: Kalimat Perintah yang Tepat”

  1. ichad Says:

    makasih mba kritiknya.. ichad da upload shoutbox dari sebelum mb ika kasih taw,, tapi ketemunya emang shoutmix.. hehe
    mas lyno make nama bin salma di friendster..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: